Jelang Kupatan, Pengusaha Tahu Mulai Kejar Tayang

oleh
Jelang Kupatan, Pengusaha Tahu Mulai Kejar Tayang
Foto: Pekerja yang tengah memotong tahu di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (20-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Menjelang perayaan ‘bodo kupat’ atau kupatan yang jatuh pada hari Jumat (22-06-2018), sejumlah pengusaha tahu mulai ‘kejar tayang’ untuk memenuhi permintaan pasar. Tak tanggung-tanggung, para pengusaha tersebut telah menambah produksi hingga dua kali lipat untuk mengamankan stok tahu pada perayaan kupatan.

Menurut salah satu pengusaha tahu, Kholis, setiap menjelang kupatan permintaan tahu selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Jika pada hari biasa, ia memproduksi sekitar 240 papan tahu. Pada H-2 kupatan ini, produksinya meningkat hingga 400 papan tahu.

Selain jumlah produksi yang meningkat, pengusaha tahu asal Desa Jati Kulon ini, juga melakukan penambahan jumlah tenaga kerja dan jam kerja, untuk memenuhi permintaan pasar.

TRENDING :  Komoditi Ayam Pedaging Di Kudus, Produksi Capai 40 - 50 Ton Per Hari, Permintaan Hanya 40%

“Saya menambahkan 3 pekerja untuk mempercepat proses produksi. Sedangkan untuk jam kerjanya, dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Jika belum selesai mungkin akan berlanjut sampai fajar,” katanya, Rabu (20-06-2018).

Jelang Kupatan, Pengusaha Tahu Mulai Kejar Tayang
Foto: Proses pembuatan tahu di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (20-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Dijelaskannya, pada H-1 kupatan masyarakat akan berbondong-bondong membeli tahu untuk campuran masakan kotokan tahu, yang menjadi salah satu hidangan khas saat kupatan, khususnya bagi masyarakat Kudus. Untuk itu, pada H-2 kupatan seperti ini para pengusaha tahu kejar tayang untuk memenuhi permintaan tahu di pasaran.

TRENDING :  Tak Ingin Ulang Kegagalan, Persiku Siapkan Kerangka Tim Musim Depan

“Tahu yang diproduksi hari ini, akan dilepas ke pasar pada besok pagi. Karena besok adalah puncak sekaligus hari terakhir masyarakat membeli tahu. Karena kalau udah masuk kupatan, sudah tidak ada lagi masyarakat yang membeli tahu. Sehingga harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” ungkap Ayah dengan dua anak tersebut.

Meskipun mengalami kenaikan order yang signifikan, namun Kholis tidak menaikan harga jual tahu. Satu papan tahu (berisi sekitar 49 tahu ukuran 8×4 sentimeter -red) tetap dijual dengan harga Rp. 22 ribu.

TRENDING :  Inilah yang Jadi Daya Tarik Jurusan Teknika Kapal Niaga di SMK Wisudha Karya

Harga kedelai yang cukup stabil pada lebaran tahun ini, membuat harga tahu di pasaran ikut stabil. Kholis mengaku, harga kedelai sebelum puasa telah mengalami kenaikan. Dari Rp. 6.500 perkilo, menjadi Rp. 7.500 perkilo. Walaupun begitu, hingga saat ini dirinya belum berani menaikan harga tahu.

“Saat ini mungkin untungnya lebih kecil, tetapi saya bersyukur permintaan tahu di pasar tetap banyak. Bahkan pada kupatan tahun ini permintaan tahu di pasar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :