Jelang Lebaran, Bahan Pokok di Kudus Alami Fluktuatif, Ada Kenaikan dan Turun Harga

oleh
Jelang Lebaran, Bahan Pokok di Kudus Alami Fluktuatif, Ada Kenaikan dan Turun Harga
Foto: Nampak para pedagang saat menggelar dagangannya. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Kudus masih terbilang stabil. Meskipun ada sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan tidak signifikan.

Pedagang di Pasar Bitingan, Suratmi (45) mengungkapkan, hanya ada beberapa kebutuhan pokok saja yang mengalami kenaikan harga. Namun ada pula beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga seperti.

TRENDING :  BI – IDB Tingkatkan Peran Ekonomi Syariah di Indonesia​

“Yang naik itu harga cabe merah keriting dan tomat. Harga cabe merah keriting sejak tiga hari lalu naik menjadi Rp38 ribu per kg, padahal sebelumnya hanya Rp20 ribu per kg. Lalu, cabe rawit kini dihargai Rp28 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp20 ribu per kg. Sementara untuk timun, tomat wortel alami kenaikan, kisaran 2 ribu hingga 8 ribuan,” beber warga Mejobo itu.

TRENDING :  Sambut Muharram 1440 H, Ratusan Anak Yatim ini Bergembira Terima Santunan
Jelang Lebaran, Bahan Pokok di Kudus Alami Fluktuatif, Ada Kenaikan dan Turun Harga
Foto: Nampak para pedagang saat menggelar dagangannya. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Sementara Suhadi (56) mengungkapkan, bawang merah dan bawang putih masih stabil di masing-masing harga Rp30 ribu per kg, Rp24 ribu per kg, kondisi itu sudah sejak sebelum puasa ramadhan.

Meski begitu, Ia mengaku heran dengan fenomena belanja masyarakat dan kondisi ekonomi belakangan ini. “Ada siklus yang tak biasa,” katanya. “Anehnya, harga sembako rasanya stabil saja, tapi yang beli semakin sedikit. Semakin sedikit juga yang dibeli,” ujar dia.

TRENDING :  Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Kudus Masih Stabil

Biasanya para pedagang mereka berbelanja 3-5 kilogram (kg) beras dalam seminggu. Belakangan, pelanggannya hanya membeli 1-2 kg beras. Hal tersebut juga terjadi pada telur ayam. Menurut dia, biasanya satu pelanggan bisa membeli minimal 1 kg. Namun, saat ini rata-rata pelanggan hanya membeli setengah kg telur. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :