Jelang Lebaran, Konveksi di Kudus Kebanjiran Order

oleh
Foto: Proses finishing gamis di rumah Safaah, Sabtu (19-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Memasuki awal bulan puasa, konveksi baju muslim di Kabupaten Kudus mulai kebanjiran order. Tidak tangggung-tanggung, lonjakan order yang terjadi bahkan ada mencapai dua kali lipat dari hari biasanya.

“Peningkatan order baju muslim sudah terasa sejak satu bulan yang lalu. Memasuki awal puasa, alhamdulillah order yang datang semakin banyak,” ujar Safaah, salah satu pengusaha konveksi di Kabupaten Kudus, Sabtu (19-05-2018).

Jika pada hari biasanya, Safaah memproduksi baju muslim sebanyak 100 gamis setiap harinya. Pada awal ramadhan ini, order yang masuk telah melonjak tajam. Setiap harinya, ia harus membuat 300 gamis, untuk memenuhi permintaan pasar.

TRENDING :  Pasar Burung Akan Jadi Destinasi Wisata Baru

Agar order terpenuhi, Safaah menambah jumlah penjahitnya menjadi 30 orang. Gamis-gamis anak dan dewasa yang dibuatnya disetorkan ke sejumlah pasar di Kudus dan beberapa pasar di Surabaya dan Surakarta.

Foto: Proses penjahitan gamis di rumah Safaah, Sabtu (19-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Untuk kendala selama proses produksi, Safaah, mengaku tidak ada kendala yang spesifik. “Tidak ada kendala khusus. Hanya saja, harga kain pada awal ramadhan ini mengalami sedikit kenaikan. Dari segi tenaga kerja saya rasa sudah cukup untuk memenuhi permintaan pasar,” ucapnya.

TRENDING :  Gara-gara Slogan Ini, Penjual Tanaman Hias Kebanjiran Order

Meskipun demikian, gamis yang dijualnya harganya masih sama dengan sebelumnya. Satu buah gamis dewasa, Syafaah menjual dengan harga Rp. 90.000 dan Rp. 60.000 untuk gamis anak.

“Saya menjualnya berdasarkan bahan dan modelnya. Kalau tahun ini yang lagi hits adalah gamis dari katun rami. Untuk model gamisnya, saya mengikuti model yang ada di pasaran dan beberapa ada yang saya desain sendiri,” kata Ibu dengan dua orang anak tersebut.

TRENDING :  Penjualan Pisau di Kota Kretek Kurang Bergairah

Diakui Safaah, banyaknya order yang masuk, tidak membuatnya berfokus pada kuantitas produksi, namun lebih pada kualitas. Baginya, jika kualitas gamis yang dibuatnya baik maka kuantitas itu akan mengikuti.

“Kalau barang yang saya buat memiliki kualitas yang bagus, maka retur barang sangat kecil. Pembeli akan puas dengan gamis yang saya produksi dan order yang masuk akan semakin banyak,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :