Jelang Pergantian Tahun, Perajin Terompet ini Kebanjiran Order

oleh

Kudus, isknews.com – Menjelang pergantian tahun 2017 ke 2018, perajin terompet musiman di Kabupaten Kudus telah kebanjiran order. Di Kota Kretek terdapat beberapa pengrajin terompet. Salah satunya di Desa Getas Pejaten tepatnya di sekitar belakang DPRD Kudus, pengrajin di sini bukanlah asli warga Getas Pejaten, namun berasal dari Kabupaten Purwodadi yang kesehariannya berkerja sebagai Pengayuh Becak dan tambal ban di Kabupaten Kudus.

Suyono (41 tahun), seorang yang berdomisili kontrak di Getas Pejaten Jati Kudus itu tiap kali menjelang tahun baru memang mempunyai pekerjaan tambahan. Dia membuat terompet untuk memeriahkan malam tahun baru. “Saya bikin terompet cuma setahun sekali, tiap mau tahun baru. Ini sudah saya mulai sejak sekitar hampir delapan tahun lalu,” kata Suyono, Sabtu (30/12/2017).

TRENDING :  Perayaan Hari Natal di Kudus Aman, Lancar dan Kondusif

Sejak November hingga saat inj, pesanan terompetnya sekitar 3000 an, dari berbagai model dan ukuran. Menurut Suyono, pesanan ribuan terompet tahun baru itu datang dari para pedagang terompet musiman yang jumlahnya mencapai 15 Bakul (reseller). Untuk memenuhi pesanan itu, dia harus melembur siang hingga malam hari, dibantu istrinya Asmiyati (38 tahun).

TRENDING :  Pentingnya Kerukunan Beragama Dan Menumbuhkan Karakter Kebangsaan

Terompet berbentuk kerucut dengan berbagai model seperti Naga sempon, kupu, ayam, gitar, pinguin, kartun marsa yang dibalut hiasan rumbai-rumbai dan warna yang mencolok sudah dibuat semenarik mungkin. Suyono membeberkan terompet-terompet produksinya itu ia jual ke pemesan dengan harga bervariasi, Harganyapun dibandrol sangat murah yaitu mulai dari Rp 9000, sedangkan harga untuk eceran  dijual antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per buah, semuanya tergantung model dan kesulitannya.

TRENDING :  Satpol PP Pati Bakal Gencarkan Penegakkan Perda Karaoke

Adapun untuk bahan baku, diantaranya Kertas samak, karton, spon, lem, staples, solasi, dan lainnya, Ia mengaku tidak kesulitan intuk memperolehnya.

Dalam satu kali musim perayaan, seperti perayaan Tahun Baru, Suyono sudah bisa mengkalkulasi keuntungan sekitar Rp6 jutaan lebih. Dia berharap usahanya itu berjalan lancar, meski dilakukan hanya setahun sekali. “Kalau bisa berlanjut terus. Harapannya lancar, kalau lancar, akan saya kerjakan terus meski musiman setahun sekali,” imbuh Suyono. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :