Jelang Ramadhan Kaum Dhuafa Diajak Belanja

oleh
Foto: Para Penerima Manfaat bersama Pendamping PKH Dukuhseti usai berbelanja di salah sebuah toko modern, belum lama ini. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Raut wajah bingung menghias wajah perempuan renta saat diajak masuk ke sebuah toko modern. Lasimah (70) warga Desa Kembang RT 3/I Kecamatan Dukuhseti mengaku baru pertama menginjakkan kaki dan masuk ke toko modern.

Lasimah adalah salah satu dari tiga warga miskin yang menjadi Penerima Manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH). Oleh para pendamping PKH Desa Dukuhseti yang menyalurkan Bingkisan Keluarga Sejahtera ia diajak ke toko modern untuk berbelanja kebutuhan pokok menjelang lebaran, belum lama ini.

Meski tampak kebingungan, namun perempuan renta itu tidak bisa menyembunyikan raut bahagia. Baginya, belanja di toko modern adalah pengalaman pertama sepanjang hidupnya. Bahkan, ia mengaku kebingungan mau belanja apa.

TRENDING :  Festival Desa Wisata Jateng, Kudus Tampilkan Kesenian Pencak Silat Patih Arjuna

“Saya bingung mau belanja apa. Karena ini baru pertama kali masuk minimarket. Terima kasih, masih ada yang peduli dengan saya,” ujarnya lirih.

Dengan telaten dan penuh kesabaran para pendamping menemani Lasimah memilih kebutuhan pokok. Minyak goreng, beras, telur dan masih banyak lagi barang yang dipilih perempuan tersebut.

Foto: Para Penerima Manfaat bersama Pendamping PKH Dukuhseti usai berbelanja di salah sebuah toko modern, belum lama ini. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Sementara Pendamping PKH Dukuhseti, Supriyanto menyebut, kegiatan sosial ini baru pertama kali dilakukan. Ia berharap, tahun-tahun selanjutnya bakal dilakukan kegiatan yang sama namun dengan sasaran yang lebih banyak.

TRENDING :  Simak, Inilah Rute Kirab Ahmad Tontowi Dan Liliyana Natsir Di Kudus

“Bingkisan ini adalah ikhtiar dari PKH untuk merangkai senyum keluarga pra sejahtera di Desa Kembang. Dalam kegiatan ini kami memang bekerja sama dengan lembaga sosial lain, dan kali ini kita menggandeng Rumah Zakat,” ujarnya.

Dijelaskan, BKS adalah program bantuan berupa sejumlah nominal uang yang diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini warga kurang beruntung. Bantuan tersebut tidak bisa diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan harus berupa barang atau langsung dibelanjakan kebutuhan pokok dengan didampingi oleh pendamping.

“Namun, tadi justru ada hal menarik dari pelaksanaan program ini. Karena pemilik toko modern yang dituju ternyata mempunyai kejutan. Beliau memberikan diskon gratis bagi penerima manfaat yang belanjanya melebihi dari nominal yang diberikan. Bahkan kami pendamping pun tidak mengetahui akan hal ini. Semoga ke depan makin banyak yang mau membantu,” harapnya.

TRENDING :  Tari Gempita Pesisir Pesantenan Representasikan Kehidupan Masyarakat Pati

Dari catatan PKH Dukuhseti, setidaknya di Desa Kembang ada tiga orang yang mendapatkan BKB. Yaitu Rakini dan Lasimah, keduanya merupakan warga RT 3 RW I, serta Hartatik warga RT 2 RW 1. Ketiganya mendapatkan bantuan atas berbagai pertimbangan. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :