Jika Curah Hujan Meninggi Waspadai Bencana Longsor di Rahtawu

Jika Curah Hujan Meninggi Waspadai Bencana Longsor di Rahtawu

Kudus, isknews.com – Warga Desa Rahtawu dan sekitarnya, di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dimintai mewaspadai terjadinya bencana tanah longsor, jika curah hujan mulai meninggi. Rahtawu adalah salah satu dari 18 desa di Kabupaten Kudus yang ditetapkan dan tercatat dalam peta daerah rawan bencana tanah longsor, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, yang dihubungi isknews.com, Selasa (05/12/17), mengatakan hal itu. Menurut dia, curah hujan menjadi penyebab utama terjadinya bencana longsor, terutama di daerah yang tanahnya memiliki kemiringan sehingga mudah tergerus oleh air hujan.
“Jika terjadi hujan terus-menerus selama beberapa hari, tidak menutup kemungkinan akan terjadi longsor. Jadi terjadinya bencana tanah longsor, tergantung dari curah hujan. “

Karena itulah, dia meminta agar warga masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah-daerah yang rawan bencana tanah longsor, agar waspada jika curah hujan mulai meninggi, apalagi jika terjadi hujan deras terus-menerus dalam beberapa hari. Belajar dari kejadian selama ini, bencana tanah longsor bisa terjadi kapan saja, bisa siang atau malam hari.
“Menyikapi hal itu, kami mengimbau agar jika terjadi hujan deras pada malam hari, warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, agar berjaga dan jangan tidur, sebagai kewaspadaan menghadapi kejadian yang tidak diinginkan.”

TRENDING :  Macan Muria Muda Bertekad Jaga Tren Positif

Mengenai 18 desa rawan bencana tanah longsor, lanjutnya, tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Dawe, Gebog, Undaan dan Jekulo. Jumlah yang terbanyak di Kecamatan Dawe, mencapai sembilan desa. Rinciannya Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, Cranggang dan Desa Kajar.
Di Kecamatan Gebog, sebanyak empat desa, yakni Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari, Kecamatan Jekulo tiga desa, yakni Terban, Gondoarum dan Tanjungrejo. “Sedangkan di Kecamatan Undaan, hanya satu desa, yakni Desa Wonosoco,” (DM)

TRENDING :  Aplikasi Online Diluncurkan, Mengurus IMTA Kini Lebih Mudah
KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post