Jika Curah Hujan Meninggi, Waspadai Bencana Longsor di Rahtawu

Jika Curah Hujan Meninggi, Waspadai Bencana Longsor di Rahtawu

Kudus, isknews.com – Warga Desa Rahtawu dan sekitarnya, di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dimintai mewaspadai terjadinya bencana tanah longsor, jika curah hujan mulai meninggi. Sejumlah desa di Kecamatan Gebog dan juga di Kecamatan Dawe, ditetapkan dan tercatat dalam peta daerah rawan bencana tanah longsor, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.
Kepala Kantor BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, yang dihubung isknews.com, Rabu (5/10), mengatakan hal itu. Menurut dia, curah hujan menjadi penyebab utama terjadinya bencana longsor, di daerah yang tanahya memiliki kemiringan sehingga mudah tergerus oleh air hujan. Jika terjadi hujan terus-menerus selama beberapa hari, tidak menutup kemungkinan akab terjadi longsor.
“Jadi terjadinya bencana tanah longsor, tergantung dari curah hujan. “
Karena itulah, dia meminta agar warga masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah-daerah yang rawan bencana tanah longsor, agar waspada jika curah hujan mulai meninggi, apalagi jika terjadi hujan deras terus-menerus dalam beberapa hari. Belajar dari kejadian selama ini, bencana tanah longsor bisa terjadi kapan saja, bisa siang atau malam hari. Menyikapi hal itu, kami mengimbau agar jika terjadi hujan deras pada malam hari, warga masyarkat yang tinggal di daerah rawan longsor, agar berjaga dan jangan tidur, sebagai kewaspadaan menghadapi kejadian yang tidak diinginkan.”
Mengenai jumlah desa rawan bencana tanah longsor di dua kecamatan tersebut di atas, dijelaskan, untuk yang di Kecamatan Gebog terdapat empat desa, yakni Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari. Untuk yang di Kecamatan Dawe, terdapat 9 desa, yakni Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Poyoh, Colo, Dukuh Waringin, Cranggang dan Desa Kajar. “Dua kecamatan lainnya yang juga terdapat desa yang rawan bencana tanah longsor, adalah Kecamatan Undaan, satu desa, yakni Desa Wonosoco, serta Kecamatan Jekulo, tiga desa, yakni Terban, Gondoarum dan Tanjungrejo.” (DM

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Info Gempa Bantul - DIY

Share This Post