Jika Kondisinya Membahayakan BCB Di Sekolah Boleh Direnovasi

Jika Kondisinya Membahayakan BCB Di Sekolah Boleh Direnovasi

Kudus, isknews.com – Sekolah di Kabupaten Kudus, baik SD maupun SMP/SMA yang mempunyai Bangunan Cagar Budaya (BCB), tidak perlu takut merehab atau merenovasi, jika kondisinya rusak dan dinilai membahayakan. Lebih lagi jika rehab menyangkut BCB yang difungsikan untuk ruang kelas, tujuanya agar anak didik merasa nyaman dan aman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Foto: BCB di SMP 1 Kudus yang difungsikan untuk ruang kelas. (Dok.Isknews.com)

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Kasmudi, melalui Kasie Sarana dan Prasarana, M Zubaidi, yang dihubungi isknews.com, Selasa (25/04), di ruang kerjanya membenarkan hal itu. Menurut dia, sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, BCB memang tidak diperbolehkan untuk dirubah, hal itu untuk menjaga keaslian bentuk atau arsitektur bangunannya. “Namun untuk BCB yang ada di lingkungan sekolah, jika bangunannya digunakan untuk KBM, pihak sekolah boleh merehab atau merenovasi BCB, apabila kondisi bangunanya mulai rusak dan membahayakan.”

Tujuan dari rehab itu, ungkapnya lanjut, tentu saja agar anak didik yang ditempatkan di BCB yang dijadikan ruang kelas itu, merasa nyaman dan aman belajar. Kerusakan yang terjadi pada BCB itu, kebanyakan pada rangka kayu penyangga atap yang lapuk, akibat dimakan rayap. Sehingga apabila tidak direnovasi, lama-lama semakin rusak dan runtuh. “Yang perlu dilakukan oleh pihak sekolah, sebelum merehab, adalah memberitahukan lebih dahulu kepada Kantor Cabang Arkologi (KCA) Provinsi Jawa Tengah, selanjutnya apabila disetujui, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat.”

Dia mencontohkan, sekolah di Kabupaten Kudus yang mempunyai BCB, untuk kelompok SD, adalah SD 1 Muhammadiyah Kudus, untuk kelompok SMP, adalah SMP 1, SMP 2 dan SMP 3 Kudus, sedangkan untuk kelompok SMA, adalah SMA 1 Kudus. Oleh pihak sekolah, BCB itu beberapa kali direnovasi, sehingga kondisinya terawat baik. “BCB itu sebagian besar difungsikan untuk KBM, sebagian lagi digunakan untuk laboratorium dan lain-lain,” jelas Kasie Sarpras Disdikpora Kabupaten Kudus itu.(DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Disbudpar Usulkan BCB Dimasukkan Dalam Perda Pelestarian Budaya Kudus

Share This Post

Post Comment

*