Jumlah Minimarket di Kudus Sudah Lebihi Kuota Yang Ditetapkan Perda

oleh

Kudus, isknews.com – Data yang berhasil dihimpun oleh LSM Komando Bersama Rakyat (Kobra) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kudus, jumlah minimarket di Kabupaten Kudus telah melebihi kuota yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan di Kabupaten Kudus.

Kasrom, Ketua LSM Kobra mengungkapkan dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, pertumbuhan minimarket di Kudus melanggar tiga hal. Yakni, jumlahnya melebihi kuota, pelanggaran ketentuan zonasi dan kesanggupan membangun kemitraan dengan pelaku UMKM.

Dia menyebutkan, Pasal 8 Ayat (2) Perda nomor 12 tahun 2017 menyebutkan ketentuan jumlah minimarket di Kabupaten Kudus paling banyak adalah 62. Dengan rincian 19 minimarket di Kecamatan Kota, 11 di Jati, 3 di Undaan, 5 di Mejobo, 5 di Jekulo, 4 di Bae, 6 di Dawe, 4 di Gebog dan 5 di Kaliwungu.

TRENDING :  Dongkrak Kinerja Dan Akuntabilitas Instansi Pemerintah, Pemkab Gelar Pelatihan SAKIP
Foto Ilustrasi sebuah toko swalayan di kota kretek Kudus (Foto: YM)

“Realitanya di lapangan jumlahnya lebih banyak dari kuota yang ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan beberapa minimrket yang letaknya berdekatan dengan pasar tradisional. Padahal dalam Pasal 8 Ayat (4) disebutkan bahwa jarak minimarket dengan pasar tradisional paling sedikit adalah 1.000 meter.

TRENDING :  Jika Curah Hujan Meninggi Waspadai Bencana Longsor di Rahtawu

Dia mencontohkan minimarket di Desa Jepang yang terletak persis di depan pasar tradisional. Kemudian, minimarket di Purwosari yang terletak cukup berdekatan dengan Pasar Sunggingan.

“Lalu kemitraan antara minimrket dengan pengusaha UMKM di daerah sekitarnya, juga tidak berjalan sampai saat ini,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan, Sudiharti melalui Kabid Fasilitas Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen, Imam Prayetno membenarkan jika pihaknya mendapat laporan terkait hal tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya tengah berkoorinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani hal ini.

“Akan kami rapatkan dengan pihak terkait termasuk bagimana nanti mekanisme penindakannya,” terang dia.

TRENDING :  Pasang Gelagar Line 3 Jalan Depan Proyek Jembatan Tanggulangin Tersendat

Saat ditanya terkait jumlah minimarket yang berada dibawah pembinaan Dinas Perdagangan. Imam mengaku tidak tahu, pasalnya selama ini dinasnya tidak pernah dilibatkan dalam hal tersebut.

Sementara Ketua Komisi B, Mukhasiron mengatakan bahwa pihknya bersama OPD terkait akan melakukan sidak ke lapangan. Akan tetapi untuk kapannya, dia mengaku belum tahu.

“Nanti akan dilakukan sidak dan penindakan. Kapannya saya belum tahu. Ini baru kita koordinasikan dengan OPD terkait,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :