Kak Seto : Kita Lebih Bangga Anak Pintar Calistung Dibanding Pintar Mengantri

Kak Seto : Kita Lebih Bangga Anak Pintar Calistung Dibanding Pintar Mengantri

Kudus, isknews.com – Kehadiran dr. Seto Mulyadi atau Kak Seto pada even International Scholarship and Education Fair (ISEF) 2017 di Aula Muhammadiyah Kudus yang digelar oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah Kudus [Muhiku], pagi tadi benar benar menjadi magnet bagi para audiens yang hadir siang tadi, Kamis (11/5/17).

Meski temanya “Smart Parenting” kak Seto berhasil membawa suasana ceria dan menyenangkan bagi audiensnya yang 90 persen bukan parents namun calon parents. Ruang aula sekolah SMP Muhammadiyah 1 atau yang dikenal sebagai aula Muhammadiyah Kudus, siang itu benar benar penuh sesak dengan kehadiran remaja baik pelajar maupun mahasiswa.

Menurut ketua panitiya acara, Laila Maulidatun Nisa’, “seminar ini dihadiri oleh para mahasiswa, pelajar dan guru yang tentu saja tertarik dengan tema smart parenting yang dibawakan oleh narasumber kak Seto mantan komisioner Komnas Anak dan kini menjadi Ketua Perlindungan Anak Indonesia.” ujar siswi kelas 11 SMA Muhammadiyah Kudus ini.

Diawali dengan penampilan musik biola oleh dua orang siswa, Psikolog 66 tahun yang telah berprofesi sebagai guru TK selama 46 tahun ini. Kak Seto atau Dr. Seto Mulyadi, Psi. ayah 4 anak ini asli kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 melakukan presentasi sebelum dialog pada seminar kali itu.

Kak Seto membuka materinya dengan mendongeng memperkenalkan kelima mantan muridnya yang kebetulan laki-laki semua dan sosok yang populer. yang pertama hobinya membuat pesawat, bernama Rudi Habibie, yang kedua jago bulutangkis, bernama Rudi Hartono, yang ketiga jago menggunting rambut, bernama Rudi Hadisuwarno, yang keempat paling suka berakting di depan kamera, bernama Rudi Salam, yang kelima paling suka memasak, bernama Rudi Choirudin.

Diantara mantan murid TK saya ini mana yang paling cerdas otaknya? semua anak pada dasarnya cerdas. Cerdas itu spektrumnya luas. Ada cerdas matematika, cerdas menari, cerdas bernyanyi, cerdas mengaji, cerdas masak, cerdas olahraga.

Intelegensia Quotient atau IQ bukanlah segala-galanya. Ada juga yang namanya Creativity Quotient, Adversity Quotient (tidak mudah menyerah), Spiritual Quotient, Multiple Intelligences, dan Emotinal Intelligence.

Dalam Multipel Intelligences dikenal 8 kecerdasan, yaitu cerdas angka, cerdas kata, cerdas gambar, cerdas musik, cerdas gerak, cerdas teman, cerdas diri, dan cerdas alam. Kenali kecerdasan ini dalam diri anak, agar mereka bangga dengan diri mereka sendiri.

Anak yang cerdas musik akan lebih mudah belajar matematika dengan iringan lagu. Ini akan sangat membantu anak mengembangkan kecerdasan lainnya.

TRENDING :  Ini Nama-nama 37 Pejabat Baru yang Dilantik, Termasuk Kepala Sekolah SD

Beban pelajaran yang ada saat ini memang diakui terlalu padat dan menyebabkan anak jenuh. Disuruh ngapalin nama mentri, istri mentri, hingga anak mentri. Kurikulum kurang berpihak pada hak anak.

Belajar untuk anak itu hak atau wajib? Jangan salah, belajar adalah hak anak. Dan merupakan kewajiban negara untuk memenuhinya.

Kita lebih bangga anak kita pintar calistung dibanding pintar mengantri. Semua anak pada dasarnya senang belajar. Kalau anak tidak senang belajar, yang salah adalah lingkungannya.

Cara belajar yang efektif adalah dengan suasana gembira. Caranya bisa dengan bernyanyi. Kak Seto mencontohkan bagaimana memperkenalkan matematika atau belajar biologi dengan nyanyi. Dengan nada-nada indah yang menyenangkan anak.

Kemampuan seorang anak untuk belajar 50% pada usia 0-4 tahun, 30% pada usia 4-8 tahun, dan 20% sisanya. Jangan malah melepaskan masa-masa emas ini pada pengasuh dan baby sitter.

Membaca, menulis, matematika dan bahasa bisa dipelajari anak dalam suasana yang menyenangkan. Dalam belajar harus mengandung unsur kognitif (ilmu), afektif (kasih sayang), dan psikomotorik (gerak). Belajar menjadi lebih efektif dengan suasana hiburan, permainan, warna-warni, berpikir positif, badan segar dan emosi sehat. Bukan dalam suasana penuh ketegangan.

Kekerasan dalam rumah tangga sering tanpa sadar terjadi dalam rumah sehingga anak mencari pelarian dengan berperilaku menyimpang. Bosen mendengar ibunya ngomel-ngomel melulu kaya ember. Anak dipaksa belajar, nggak boleh bermain, padahal ibunya nonton sinetron. Bukan bola yang ditendang, malah anak yang ditendang.

Kalau kesal sama anak, coba masuk dapur bersihkan saja panci dan wajan. Kalau masih kesal, kosek kamar mandi. Nanti menghadapi anak sudah tinggal senyum.

Marilah budayakan senyum menghadapi anak. Latihan senyum di depan kaca setiap pagi. “Kalau saya senyum, saya bisa lebih cantik dari Syahrini.”

Ada pasal dalam UU Perlindungan Anak yang melindungi anak dengan hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan, ditambah sepertiganya jika yang melakukannya orangtuanya sendiri. Jadi orangtua pada posisi paling depan untuk melindungi anak.

Kenali tanda-tanda anak mengalami cyber bullying seperti perubahan emosi anak saat menggunakan ponsel atau internet (menjadi murah marah dan sedih), menarik diri dari pergaulan dan kegiatan yang biasa dijalankannya, nilai sekolah menurun, dan anak terlihat depresi yang tidak biasa.

Kadang-kadang orangtua tidak peka melihat perubahan anak. Kasus JIS itu baru 2 bulan setelah kejadian orangtuanya tahu. Bagaimana merespons perilaku cyber bullying? Simpan dan cetak bukti cyber bullyingm, Identifikasi pelaku cyber bullying, kontak si pelaku untuk menghentikan cyber bullyingny, hubungi orangtua pelaku dengan bukti yang cukup. Jika diperlukan, beri peringatan untuk mengambil langkah hukum, hubungi pihak sekolah sebagai langkah protektif, jangan ragu laporkan polisi jika sudah mengarah pada kekerasan, pemerasan atau seksual.

TRENDING :  Apa itu Turbulensi Menurut BMKG ?? Ini Dia Penjelasannya

Tayangan TV kita 40% adalah iklan, sinetron 31%, berita 16%, film 9%, hiburan musik 7%, olahraga 1%. Sedangkan pendidikan hanya 0,07%. Kita harus waspada dengan tayangan televisi.

Kak Seto sempat juga bercerita mengenai pengalamannya tidak punya tv karena sempat rusak selama beberapa bulan. Tanggapan anak-anaknya adalah, “Selama ayah dan ibu masih mau mendongeng untukku, tidak apa-apa tidak ada TV.”

Jika ada tayangan yang tidak baik, segera sampaikan pada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Jl. Gajah Mada 8 Jakarta 10120, telp 021-6340713, www.kpi.go.id. Sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan.

Fakta menunjukkan bahwa 67% dari 2.818 siswa kelas 4-6 SD pernah mengakses informasi pornografi (Sumber: Yayasan Kita dan Buah Hati). Fakta lain dari Komnas Anak 2007menyebutkan bahwa 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia, 97% pernah menonton sesuatu yang berbau pornografi.

Besarkan hati anak dengan dengan menghargai pencapaiannya. Acungkan jempol. Katakan Ibu bangga padamu. Ayah bangga padamu. Kamu pada dasarnya hebat dan baik.

 “Saya dulu waktu kecil matematika dapat 4. Alhamdulillah masih hidup sampai sekarang. Tidak bisa matematika bukanlah akhir segala-galanya.”

Hargai bahwa semua anak itu unik. Biasakan mengapresiasi anak. Jangan membandingkan dengan orang lain, tapi dengan dirinya sendiri sebelumnya. “Sekarang kakak hebat sudah bisa berhitung sampai 10.”

Jadi penasaran bagaimana Kak Seto dididik orangtuanya dari kecil?

“4 tahun kepala saya sudah bocor dijahit, makanya selalu pakai poni untuk menutupi jahitan. Kecmeplung dari sungai. Jatuh dari pohon. Orangtua saya tidak mencap saya sebagai bandel atau nakal. Tapi energi yang berlebihan dialihkan kesejumlah kegiatan. Selasa olahraga pingpong, rabu kungfu, kamis menggambar, teater, puisi, pramuka. Dengan cara demikian energi tersalurkan dengan cara positif. Kalau anak-anak diarahkan potensinya, maka mereka akan berkembang dengan optimal.”

Kunci sukses menghadapi anak adalah menjadi orangtua KREATIF. Biasakan anak boleh bertanya dan mengeluarkan pendapat. Orangtua harus jadi artis serba bisa. Jadi pendongeng, penyanyi, seniman, pelawak, pesulap, ilmuwan. Dalam kesempatan ini, Kak Seto juga mempratekkan kemampuannya menyulap dan mendongeng dengan sebuah boneka.

Siapa yang PD menjadi orang kreatif? Betapa banyak lagu anak yang dimulai dengan mi fa sol. Balonku, Burung kutilang, Indonesia Raya, Naik Kereta Api, Saputangan Bapucuk Ampat, Rasa Sayange. Kak seto memancing dengan 2 paragrap pertama dan peserta mampu melanjutkan dengan 2 paragrap terakhir. Dan benar saja para peserta bisa kreatif menciptakan lagu baru.

TRENDING :  Forkopimda Meninjau Hari Ke 2 UN SMP/MTS Di Beberapa Sekolah

Jadi percaya saja bahwa kita sebagai orangtua bisa kreatif menciptakan lagu-lagu indah buat anak-anak. Jangan lagu-lagu dewasa yang tidak mendidik. Dan kak seto kembali menghibur peserta dengan bernyanyi  dan menari bersama. Pokoknya full senyum deh selama sesinya Kak Seto. Sepertinya ini rahasia awet mudanya kak Seto. Hidup penuh keceriaan dan senyuman.

Kuncinya ada di membangun komunikasi yang efektif dengan anak. Jadilah pendengar aktif dengan tidak langsung mematahkan penjelasan anak. Metode penyelesaiannya adalah win win solution. Jangan terlalu arogan dan bossy menghadapi anak.

Ayah dari 4 anak: Eka Putri Duta Sari, Bimo Dwi Putra Utama, Shelomita Kartika Putri Maharani, Nindya Putri Catur Permatasari, sempat berbagi cerita mengenai Sidang Umum MPR. Bukan MPR yang terletak di Senayan, melainkan Majelis Permusyawaratan Rumah. Sebuah rapat keluarga rutin untuk minta ijin keluarga. Selain itu juga ada diskusi lewat grup whatsapp.

Dalam forum itu dibahas apa yang kalian tidak suka dari ayah dan bunda. Kak Seto sempat dikritik oleh anaknya sebagai munafik.  Jadi Ketua Komnas Anak untuk membela anak orang lain, sedangkan anak sendiri dilupakan. Jadi anak menuntut untuk sebelum mengikuti acara harus meminta ijin keluarga. Pernah suatu ketika Kak Seto terpaksa menolak acara penting di Aceh karena anaknya tidak mengijinkan. Ternyata saat itu terjadi bencana Tsunami Aceh. Bagi Kak Seto Mendengar suara anak bagaikan mendengar suara rakyat.

Jangan mimpi punya anak penurut, kita akan frustasi. Mimpilah punya anak yang bisa bekerja sama.

Jurus jitu menghadapi anak: komitmen kuat, kompak dengan mitra, peduli pada hak anak, terus belajar, dan kreatif.

Kepercayaan diri dan kedekatan dengan orangtua akan melindungi anak dari pengaruh buruk gadget dan perilaku menyimpang yang lain. Stop kekerasan dalam dunia pendidikan.Kekerasan hanya akan merusak karakter positif anak. Impian anak-anak adalah rumah dan sekolah yang ramah anak.

Anak-anak harus di didik dengan Ce Ii En Te Aa pungkasnya, seraya mengucapkannya  menirukan lirik lagu dari kelompok musik The Bagindas yang populer dengan lagu CINTA. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*