img_4249

Kang Mus,” Mahasiswa Kudus Yang Belajar di Luar Kota Harus Menjadi Duta Kabupaten Kudus “

img_4260

Pemukulan Mini Gong sebagai pertanda acara Jagong Maton Bareng Kang Mus dimulai

Jogjakarta,isknews.com – Saresehan Jagong Maton bersama Kang Mus di Ngebon Resto daerah Nologaten Jogjakarta (14/10) hingga larut malam.Saresehan dan Jagong Maton ini menjadi sangat menarik karena Kang Mus,bupati Kudus berbaur dengan mahasiswa asal Kudus yang belajar di Jogjakarta yang diwadahi KKY ( Keluarga Kudus Yogya ).

Kepada isknews.com Kang Mus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik sehingga perlu kami titipkan kepada adik adik mahasiswa bahwa kedatangan kami semoga menjadi inspirasi spiritual ketika kelak menjadi pengusaha atau pejabat agar lebih dekat dengan rakyat.

Baca Juga :  Di Balik Kemegahan Rusunawa Bakalan Krapyak Kudus

“ Jika kelak menjadi pengusaha atau pejabat jangan memberikan sekat kepada rakyat serta jangan lupa daerahmu.” Tandasnya.

Ditambahkanya,” Selesaikan belajar terus kreatif serta berbagi ilmu untuk nusa dan bangsa sehingga diharapkan kepada para mahasiswa asal Kudus yang sekolah dimana saja bisa menjadi duta dari kota ini.”

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Pemkab Kudus,Sudhiarti selaku Dinas yang menjadi Leading Sektor pada kegiatan ini mengatakan bahwa mahasiswa asal Kudus harus mempromosikan produk asal Kudus.

Baca Juga :  Sekda Pemkab Kudus,Noor Yasin," Pembangunan Kedepankan 4 T "

“ Kami inigin melibatkan mahasiswa Kudus yang belajar di kota Jogja agar turut membesarkan produk asal Kudus dan melalui sosialisasi ini sebagai medianya dan Jogja kami pilih karena Jogja menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dari seluruh Indonesia.” Terangnya.

Antusias mahasiswa yang tergabung dalam KKY melalui Aldi Alfianto ( Ketua KKY) berujar,acara Jagong Maton Bersama Kang Mus dilakukan untuk bisa berikan kontribusi mahasiswa kepada daerah lewat kerjasama dengan Pemkab bidang akademik,Cultural dan sosial.(Mr/Ym)

Baca Juga :  Kapolres Kudus,” Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi “

 

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?