Kapal Pecah Delapan Nelayan Tenggelam Satu Orang Belum Ditemukan

oleh
Kapal Pecah Delapan Nelayan Tenggelam Satu Orang Belum Ditemukan
Foto: Kepala TPI Banyutowo, Dediyana bersama anggota Polsek Dukuhseti menunjukkan perkiraan lokasi kejadian kecelakaan kapal di perairan Dukuhseti, Pati, Sabtu (15-9-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM).

Pati, ISKNEWS.COM – Nasib naas menimpa sebuah kapal cantrang milik warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Saat berangkat melaut, Sabtu (15-9-2018) kapal tersebut pecah dihantam ombak saat masih berada di wilayah perairan Dukuhseti, Pati.

Akibatnya, delapan anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam kapal milik Sobatwarga yang beralamat di RT 05/01 Desa Banyutowo tersebut, ikut tenggelam. Beruntung tujuh orang lainnya berhasil diselamatkan nelayan cantrang yang lewat. Namun, satu nelayan, yakni Surep (45) warga Desa Kedalong, Kecamatan Dukuhseti sampai saat ini belum ditemukan.

TRENDING :  Sholat Ghoib dan Doa Bersama di Makodim Kudus, Wujud Solidaritas Rohingnya

Kasmulin (47) salah seorang nelayan yang pada saat itu sempat menolong para korban menuturkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 07.00 Wib. Tetapi ia mengaku mengetahui ada kapal pecah sekitar pukul 09.00 Wib di perairan Karangkusen, Pati. Kemudian, para Abk berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.

“Untungnya pada saat itu ada nelayan lain sehingga korban bisa segera diselamatkan. Tadi pas nolong sepertinya ada dua korban yang kondisinya kritis. Ini ada satu korban yang sampai sekarang masih terus dicari,” ungkapnya.

Kapal Pecah Delapan Nelayan Tenggelam Satu Orang Belum Ditemukan
Foto: Kepala TPI Banyutowo, Dediyana bersama anggota Polsek Dukuhseti menunjukkan perkiraan lokasi kejadian kecelakaan kapal di perairan Dukuhseti, Pati, Sabtu (15-9-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM).

Selanjutnya, imbuh Kasmulin, bersama dengan kapal lainnya ia membawa tujuh korban ke daratan agar segera mendapatkan pertolongan medis. Sampai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, para korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat. Sementara satu orang korban yang kritis langsung dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati.

TRENDING :  Saiful Arifin Beri Arahan Kepada Pataka Untuk Kembangkan Koperasi Peternak Unggas

“Jarak antara perairan Karangkusen dengan TPI Banyutowo itu sekitar 15 mil. Perjalan agak lama, tetapi korban masih bisa bertahan sampai akhirnya mendapatkan perawatan medis,” imbuhnya.

Kepala TPI Banyutowo Dediyana mengatakan, kapal cantrang Nusantara itu usianya memang sudah puluhan tahun. Bahkan, bisa dikatakan sudah tidak layak untuk digunakan melaut, apalagi dengan jarak yang terlampau jauh, yakni di perairan Karangkusen.

TRENDING :  Cek Kesiapan Pencetakan dan Distribusi Surat Suara, KPU Kunjungi Pura TSS

“Di wilayah TKP itu, kemungkinan tinggi ombak mencapai 1,5 hingga 2 meter sehingga mampu memecahkan kapal Nusantara. Sementara kedalamannya mencapai 30 hingga 60 meter,” terangnya.

Dediyana menambahkan, dengan dibantu nelayan setempat, Tim SAR masih terus berusaha mencari korban yang belum diketemukan.

“Ada empat kapal nelayan yang membantu Tim SAR berusaha mencari korban. Harapan kita ya korban ditemukan dengan selamat,” pungkasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :