Karaoke Berkedok Warung Kopi Ditemukan di Jakenan

oleh
Karaoke Berkedok Warung Kopi Ditemukan di Jakenan
Foto: Petugas Satpol PP Pati saat menggrebeg sebuah tempat karaoke terselubung di Jakenan. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merazia sebuah warung kopi di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan kemarin. Warung kopi yang diberi nama café sodok itu dirazia lantaran menyediakan jasa karaoke didalamnya.

Sepintas, dari depan usaha itu memang tidak terlihat sebagai tempat karaoke. Namun saat dirazia didalamnya petugas rupanya menemukan satu room lengkap dengan peralatan untuk karaoke. Tak hanya itu petugas juga mendapati adanya seorang perempuan yang disinyalir sebagai pemandu karaoke (PK) disana. Meski pemiliknya menampik hal tersebut.

TRENDING :  Asal Belok, Sepeda Onthel Disambar Vario

Tak disitu saja, tim Satpol PP juga menemukan minuman keras jenis bir dan bir hitam di sana. Tak tanggung-tanggung ada sedikitnya tujuh krat bir yang ditemukan di café tersebut. Di sana ada pula semacam hall yang diindikasi biasa digunakan untuk tempat minum.

Disinyalir warkop penyedia karaoke itu telah beroperasi sejak empat tahun lalu, namun pemiliknya mengaku baru enam bulan terakhir ini.

Karaoke Berkedok Warung Kopi Ditemukan di Jakenan
Foto: Petugas Satpol PP Pati saat menggrebeg sebuah tempat karaoke terselubung di Jakenan. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santosa mengatakan, razia itu dilakukan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat yang mengaku resah atas praktik karaoke tersebut. Oleh karenanya pihaknya segera terjun untuk melakukan pengecekan.

TRENDING :  KPU Pati Cermati 1070 Pemilih Ganda dan Invalid

“Awalnya kami kesulitan mencari lokasinya karena memang tampilan dari luar tidak begitu terlihat tapi saat kami periksa rupanya ada ruangan untuk karaoke,”imbuhnya.

Atas hal itu pula, pihaknya meminta agar pemiliknya dapat segera menutup usaha karaoke tersebut. Pihaknya meminta tidak boleh ada aktivitas karaoke terkecuali bisa mematuhi aturan yang berlaku.

“Sedangkan untuk miras, karena dibawah lima persen, kami minta mengurus ijinnya sesuai prosedur dan harus mendapat surat rekomendasi dari distributor. Tapi kalau tidak bisa, tentu tidak ada toleransi,”tegasnya.

TRENDING :  Update Penemuan Mayat Perempuan Di Rawa Desa Kasihan Sukolilo

Agar tak kembali berulang, satpol PP juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Mereka meminta pemdes dan warga desa dapat turut mengawasi sehingga ketertiban dan kondusifitas lingkungan dapat tetap terjaga.

“Kami pun akan tetap memantau. Bahkan akan melakukan razia kembali agar pemiliknya tidak berani nekat membuka karaoke lagi,”terangnya.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :