Karasgede Kembangkan Usaha Sari Kedelai

Karasgede Kembangkan Usaha Sari Kedelai

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Lestari Sejahtera desa Karasgede Kecamatan Lasem Tengah mengembangkan usaha susu kedelai. Sebelumnya sudah ada tiga unit yang telah dikembangkan, yakni usaha unit biogas, unit PAM Desa dan unit simpan pinjam.

Kepala Desa Karasgede, Suyoto mengatakan dipilihnya unit usaha sari kedelai karena pangsa pasarnya sangat menjanjikan. Selain itu pembuatan olahan sari kedelai dinilai sangat sederhana dan yang terpenting tidak ada limbah yang dihasilkan.

TRENDING :  Kenaikan Pangkat Diberikan Pada Petugas Yang Memiliki Dedikasi Tinggi

“Kami memilih pengolahan sari kedelai karena pangsa pasarnya bagus mas. Selain itu tidak ada limbah yang dihasilkan, ini dikerjakan di ruang tamupun bisa,”ujarnya.

Suyoto menambahkan untuk bahannya saat ini masih memakai produk dari luar daerah. Namun itu masih memungkinkan untuk memakai produk kedelai lokal asalkan ketika panen kedelai sudah betul- betul matang sehingga sari- sarinya betul- betul maksimal.

“Untuk modal awal yang digunakan untuk memulai usaha di tahun 2016 ini Rp. 60 juta. Modal itu kami dapatkan dari BMT Bus tanpa bunga, ” imbuhnya.

TRENDING :  16 Polisi se Indonesia Terima Penghargaan, Salah Satunya Kapolres Rembang

Terkait pemasaran saat ini sudah lingkup kabupaten. Sebelumnya diawali dari permintaan desa- desa terdekat dan semakin hari meluas.

Pihaknya menjual produk susu kedelai tersebut dengan berbagai kemasan, diantaranya satu liter, 600 mili, 330 mili dan 220 mili. Untuk kemasan 220 mili dibanderol Rp. 2 ribu, 330 mili dihargai Rp. 330 mili, 600 mili dijual Rp. 7 ribu dan satu liter konsumen harus membayar Rp. 10 ribu.

TRENDING :  Cegah Penyelewengan Dana Desa, Kejari dan Pemkab Lakukan Pendampingan Hukum

Untuk rasa Ia mengklaim sangat spesial berbeda dengan produk serupa yang lain. Ada berbagai rasa yang ditawarkan yaitu coklat, original, jahe, strowberi.

Dengan keberadaan usaha sari kedelai ini membawa berdampak positif bagi warga setempat. Untuk tenaga ahli dan pemasaran melibatkan enam orang sementara untuk pengemasan dan lainnya pihaknya melibatkan karang taruna desa. (Mcs)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post