Kasus Dugaan Pencabulan Dengan Korban Bocah SD, Ada Unsur Pemaksaan

Kasus Dugaan Pencabulan Dengan Korban Bocah SD, Ada Unsur Pemaksaan

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Jajaran Polres Pati terus usut kasus dugaan pencabulan yang dilakukan DS warga Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati terhadap TS (13) keponakannya sendiri yang masih duduk di Kelas VI SD.

Penyelidikan polisi terungkap, ada dugaan pemaksaan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Dengan mengancam korban untuk tidak menceritakan perbuatan bejad tersebut, kepada orang lain.

“Kepada polisi pelaku mengatakan, bahwa aksinya yang dilakukan dua hari berturut-turut itu karena khilaf. Kami masih memeriksa pelaku apakah dia mengidap kelainan atau tidak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Galih Wisnu Pradipta, Sabtu (25/3).

TRENDING :  Pil PCC Belum Ditemukan di Jepara

Lanjutnya, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dan sejumlah saksi, salah satunya istri pelaku yang memergoki perbuatan asusila tersebut. Adapun barang bukti yang menguatkan yakni, hasil visum, celana, baju korban, serta bukti kuat lainnya.

“Hasil visum korban dari rumah sakit Mitra Bangsa adalah salah satu bukti kuat, dugaan aksi persetubuhan memang sempat terjadi,” terang AKP Galih.

TRENDING :  Berkat Postingan Isknews, Mayat Tanpa Identitas Terungkap

Imbuhnya, saat ini Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati, tengah fokus penanganan dampak psikologi korban, kepada psikolog di RSUD RAA Soewondo Pati. Pasalnya, gadis cilik tersebut kini menjadi pendiam.

“Untuk kasus seperti ini, penanganan kami tidak hanya fokus pada kasusnya saja. Tapi, bagaimana memperhatikan penanganan segi psikologis yang dialami korban,” jelasnya.

TRENDING :  Wajib Pajak Penuhi KPP Pratama Pati

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal persetubuhan 76d jo 81 ayat1 dan 2 sub pasal 76 e jo 82 ayat 1 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*