Kasus Pengalihfungsian Mangrove Mangkrak, Nelayan Akan Adu ke Presiden

by
ISKNEWS.COM
Areal Konservasi Hutan Mangrove di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu yang sudah empat tahun dialihfungsikan menjadi tambak. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Pengalihfungsian lahan konservasi hutan Mangrove menjadi tambak di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, sampai saat ini belum ada penyelesaian. Padahal pengalihfungsian tersebut jelas melanggar Undang-undang (UU) Nomor 27/2007, tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

TRENDING :  Nelayan Nekat Melaut Meski Ombak Tinggi

Menurut penuturan salah seorang warga Desa Keboromo, Adib, penebangan Mangrove yang kemudian dijadikan tambak tersebut sudah terjadi sejak tahun 2014, namun hingga saat ini masih ada pembiaran dari Pemerintah Kabupaten Pati.

“Dulu kami, para nelayan, sudah pernah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Lingkungan Hidup (sekarang Dinas Lingkungan Hidup,red). Saat itu dinas juga sudah mengundang pembuka lahan dan nelayan, bahkan dari kepolisian pun hadir. Tim terpadu kabupaten juga mendatangi lokasi, malah pada saat itu penebangan Mangrove masih berjalan,” tutur Adib, saat ditemui di areal tambak, Minggu (25-03-2018).

TRENDING :  Tabel Denda Tilang Belum Turun Pelanggar Lalu Lintas Bayar Denda Sesuai UU
ISKNEWS.COM
Areal Konservasi Hutan Mangrove di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu yang sudah empat tahun dialihfungsikan menjadi tambak. (istimewa)

Namun, imbuhnya, Tim Terpadu Kabupaten tidak berani menghentikan pengrusakan Mangrove yang notabene berada di areal konservasi tersebut.

KOMENTAR SEDULUR ISK :