Keabsahan Pemain Pra Porprov, Dipertanyakan Pelti Pati

oleh
ISKNEWS.COM

Pati, ISKNEWS.COM (Lintas Pati) – Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto pertanyakan keabsahan pemain yang mengikuti penyelenggaraan tenis Pra-Porprov. Kekecewaan orang nomor satu di Organisasi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Cabang Pati ini akibat adanya indikasi jual beli pemain berbakat yang dilakukan oleh beberapa Kabupaten di Jawa Tengah. Mengingat, jual beli pemain adalah cara yang tidak benar dan tidak bisa membantu perkembangan masing-masing pelti Kabupaten.

Somasi keberatan atas beberapa kabupaten yang melakukan jual beli pemain disampaikan oleh Joni Kurnianto melalui surat bernomor 72/PELTI/X/2017 yang ditujukan kepada Ketua Panpel Pra-Porprov Tahun 2017 di semarang.

Menurut Joni Kurnianto, apa yang dilakukan dirasa perlu. Karena, jual beli pemain dinilai tidak mendidik.

TRENDING :  Harga Garam Naik Empat Kali Lipat

ISKNEWS.COM

“Kalau praktik semacam ini tidak segera ditindak, buat apa masing-masing pelti kabupaten melakukan pembinaan atlit, kalau setelah mereka besar dibeli oleh kabupaten lain,” ujar Joni usai memberangkatkan 10 petenis putra-putri pati dalam ajang Pra-Porprov di Ambarawa, Kamis (02/11/2017).

TRENDING :  Dinas PUTR Pati Sebut Akses Menuju Tambat Kapal Juwana Rampung Desember

Joni juga menyampaikan, bawasanya pembinaan atlit dari muda akan lebih baik. Namun, sangat disayangkan, hanya sekedar mengejar gengsi dan materi, pemain yang sudah sekian lama dibina akhirnya dibeli daerah lain. Ini sama halnya membinasakan pelti di masing-masing kecamatan.

“Pembinaan itu kan tujuannya agar para atlit itu bisa menjadi putra daerah, berjuang untuk memenangkan daerah asal, bukan untuk daerah lain. Untuk itu, pembinaan sangat penting,” imbuhnya.

TRENDING :  Tengah Terlelap, Sejumlah Barang Berharga Raib

Lebih lanjut, dalam pemberangkatan 10 atlit ini, menurutnya juga menghabiskan biaya Rp. 30 juta. Akan tetapi, semua itu ditempuh untuk melakukan pembinaan bagi atlit, bukan untuk menjualnya.

“Kalau ini untuk pembinaan, berapapun ongkosnya kami siap. Karena ini untuk kebutuhan Pelti dan daerah. Maka dari itu, saya melakukan protes agar jual beli atlit itu segera dihentikan,” Pungkasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :