Kebakaran Hanguskan Gudang Mebel dan TK Pertiwi III Hadipolo Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Musibah kebakaran menghanguskan gudang mebel Sumber Agung dan TK Pertiwi III Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Selasa (29/05/2018) malam. Besarnya kobaran api juga merembet dan membakar atap rumah yang berada di samping gudang.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri menjelaskan, kebakaran awalnya berasal dari gudang mebel Sumber Agung milik Bambang Kismanto (55) yang belokasi di RT 07 RW 04 Dukuh Ngampon desa setempat. Api pertama kali diketahui warga pukul 19.00 WIB saat pelaksanaan salat tarawih.

Subakri menambahkan, menurut keterangan saksi Jamiatun (42) api berasal dari belakang gudang mebel. “Diperkirakan dari pembakaran sisa serbuk gergaji yang belum padam sempurna kemudian merembet dan membesar hingga menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

TRENDING :  Menakar Bensin Tertumpah Seisi Rumah Ludes Terbakar

Warga yang mendapatkan info kebakaran bahu membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kepanikan terjadi lantaran gudang mebel bersebelahan dengan rumah milik Himawan Ahmad (38) dan TK Pertiwi III Hadipolo.

“Warga yang rumahnya di samping gudang persis langsung mengeluarkan seluruh barang dari dalam rumah,” tambahnya.

Usaha warga tak membuahkan hasil karena terlalu besar api yang membakar. Tak berselang lama pemadam kebakaran datang. Si jago merah baru bida dijinakkan pukul 20.00 WIB, dan dinyatakan telah padam sempurna pukul 20.30 WIB. Sedikitnya enam mobil pemadam kebakaran dikerahkan, yang berasal dari Pemkab Kudus, BPBD, PT Djarum, PT Nojorono, dan PT Pura.

TRENDING :  Melaut, Nelayan Karangaji Dikabarkan Hilang

Kerugian mencapai ratusan juta, dengan rincian gudang mebel sekitar Rp 300 juta, TK Pertiwi III Hadipolo sekitar Rp 50 juta dan rumah milik Himawan sekitar Rp 10 juta. “Untuk gudang mebel dan bangunan TK terbakar habis beserta seluruh isinya, sedangkan rumah milik Himawan hanya terbakar sebagian atapnya saja,” tandasnya.

Dari gudang mebel, lanjutnya, beberapa gebyok siap kirim berhasil dievakuasi. Sehingga kerugian tidak bertambah banyak bagi pemilik gudang. “Satu gebyok harganya minimal Rp 50 juta. Beruntung bisa dievakuasi karena gebyok berada di depan gudang, sedangkan kebakaran berasal dari belakang,” tukasnya.

TRENDING :  Kirab Budaya Tebokan Desa Kaliputu Kudus Warnai Peringatan Tahun Baru Hijriah

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihaknya. Untuk sementara penyebab kebakaran berasal dari pembakaran serbuk gergaji yang membesar dan menyambar bangunan gudang. Subakri juga menegaskan penyebab kebakaran bukan dari korsleting listrik.

“Itu pas kejadian pas pekerja selesai bekerja. Bisa jadi setelah bekerja bersih-bersih dengan membakar serbuk gergaji atau ada puntung rokok yang terbuang ke serbuk gergaji. Sementara di bagian gudang juga terdapat tinner dan bahan mudah terbakar lain, yang dimungkinkan tersambar api sehingga kebakaran cukup besar,” paparnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :