Kebocoran Air PDAM Kudus Melebihi Angka Maksimal

Kebocoran Air PDAM Kudus Melebihi Angka Maksimal

Kudus, isknews.com – Angka kebocoran air atau non revenue water (NRW) Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten (PDAM) Kabupaten Kudus, melebihi atau di atas angka maksimal. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI, angka NRW maksimal ditetapkan sebesar 20 persen, sementara NRW PDAM Kabupaten Kudus, mencapai sebesar 24,27 persen. Dalam upaya menekan NRW itu, PDAM Kabupaten Kudus memasang alat penurun tekanan atau Presure Reducing Valve (PRV).

Direktur PDAM Kabupaten Kudus, Ahmadi Syafa, yang dihubungi isknews.com, Sabtu (26/11), membenarkan hal itu. Menurut dia, pada 2016 ini, angka NRW PDAM Kabupaten Kudus, terus mengalami peningkatan. Contohnya pada April sebesar 25 persen, Mei meningkat menjadi 25,04 persen dan pada Juni meningkat 26,38 persen, sehingga kalau diambil rata-rata sampai dengan akhir semester pertama 2016, angka NRW PDAM Kabupaten Kudus cukup tinggi, yakni 24,27 persen. “Angka itu jauh melebihi batas maksimal NRW yang dietapkan Menteri PU RI, sebesar 20 persen.”

Dia selanjutnya menerangkan, upaya yang dilakukan PDAM Kabupaten Kudus, untuk menekan angka NRW, adalah melakukan pemasangan alat PRV pada jaringan distribusi pelanggan, selain itu juga peremajaan pipa jaringan, serta meperbaiki sistem untuk menghindari terjadinya sambungan liar atau pencurian air. Fungsi PRV adalah untuk menurunkan atau pengendali tekanan air agar pipa tidak mudah pecah. “Penyebab kebocoran, sebagian besar karena pecahnya pipa jaringan akibat tidak mampu menahan tingginya tekanan air.”

Pemasangan alat PRV sudah dilakukan sejak Mei 2016 lalu, lokasinya di tiga tempat, yakni di Desa Lau dan Cendono, Kecamatan Dawe, serta di Desa Ngemplak pada jaringan yang mengarah ke Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan. Dipilihnya Kecamatan Dawe dan Undaan, karena di dua kecamatan itu perbedaan tinggi evalasi menimbulkan tekanan air menjadi besar, sehingga pipa sering pecah. “Pemasangan alat PRV juga dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan, karena alat tersebut juga bisa berfungsi pemerataan distribusi ke rumah-rumah pelanggan. Kelebihan air di suatu kawasan , dapat dibagi merata hingga ke pelanggan dari ujung hingga hilir,” jelas Direktur PDAM Kabupaten Kudus itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pati Siapkan 400 Tangki Air Bersih

Share This Post