Keindahan Alam di Pati Berpotensi Tarik Wisatawan Manca

oleh
Foto: Pimpinan Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto bersama Bupati dan Wakil Bupati Pati beserta perwakilan dari Kementerian Pariwasata dan Wakil Ketua III DPRD Pati didampingi Kepala Disporapar Pati di Ball Room The Safin Hotel, Sabtu (05-05-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Potensi wisata di Kabupaten Pati yang berupa alam, peternakan dan perikanan dinilai mampu menarik wisatawan mancanegara, demikian disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI Djoko Udjianto saat menghadiri Bimtek Promosi Pengembangan Pasar Wisata, di Ball Room The Safin Hotel, Sabtu (05-05-2018). Namun dengan catatan, wisata tersebut harus dikelola sebaik mungkin.

Dijelaskan, pasar wisata yang sedang menjadi incaran Kementerian Pariwisata saat ini adalah Australia, New Zealand, dan Oceania. Pasalnya, imbuh Djoko dalam acara yang dihadiri oleh para pegiat wisata itu, ketiganya memiliki potensi wisatawan yang besar untuk didatangkan ke Indonesia.

TRENDING :  Parkir Di Menara Makin Semrawut, Angkudes Berebut Tempat Dengan Mobil Pribadi

“Kunjungan kita sampai kemarin ini sudah mencapai 17 juta, dan kita harapkan nanti bisa dinaikkan menjadi 20 juta. Namun untuk mencapai itu harus ditata dengan baik, mulai dari fasilitas pendukung, tempat wisata dan masyarakatnya juga harus siap,” ungkap Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum DPP Partai Demokrat ini.

TRENDING :  Alun Alun Pati Jadi Ajang Pamer Produk Unggulan Pati

Sementara para wisatawan dari New Zealand, lanjutnya, lebih memilih wisata alam karena banyak dari mereka yang merindukan suasana alami.

“Di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pati ini memiliki banyak potensi alam yang bisa dikemas menjadi daya tarik wisata. Salah satunya adalah wisata religi di Pati yang banyak sekali,” terangnya.

TRENDING :  Orang Ini Ingin Kaki Kirinya Diamputasi, Kenapa?

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang juga datang dalam acara tersebut mengaku sedang merintis Kabupaten Pati menjadi kota tujuan wisata. Beberapa daya tarik wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mulai ditata dan diberi kucuran dana. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :