Kejati Sita Tanah Bengkok Desa Dersalam Yang Dijual Dengan Sertifikat Palsu

oleh

Kudus, isknews.com – Dua orang petugas penyitaan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sore kemarin menyita sebidang tanah seluas 444 meter persegi di wilayah Desa Dersalam Bae Kudus tak jauh dari perumahan Salam Residence.

Penyitaaan oleh jaksa penyidik Kejati ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kudus Nomor 02/Pen.Sus.Sita/2017/PN Kds tertanggal 7 November 2017. Namun eksekusi baru dilakukan pada Jumat (10/11/17).

Tanda penyitaan itu dilakukan dengan pemasangan papan bertuliskan “Tanah Ini Disita” pada bangunan rumah yang berdiri diatas tanah tersebut.

Penyitaan atas tanah ini terkait perkara tindak pidana korupsi atas penjualan tanah bengkok oleh Edy Zakaria kepada pihak pengembang Perumahan Salam Residence Masyhuri yang kemudian kasusnya ditangani oleh oleh Kejati Jateng.

Mula kejadian penyitaan ini adalah, Sebidang tanah yang merupakan tanah bengkok milik pemerintah Desa Dersalam Bae Kudus telah dipalsukan oleh tersangka Edy dengan memalsukan dokumen kepemilikan yang seolah- olah tanah tersebut merupakan hibah dari orang tuanya.

TRENDING :  Ketahuan Saat Beraksi, Maling di Kudus Babak Belur Dihajar Warga

Padahal, tanah yang berupa sawah itu milik Pemerintah Desa Dersalam. Kejati menyidik perkara ini setelah mendapatkan laporan masyarakat mengenai adanya tindak pidana tersebut

Sementara itu Masyhuri pemilik usaha pengembang Salam Residence yang mengaku telah tertipu akibat membeli tanah dengan sertifikat palsu tersebut mengatakan, sejak minggu lalu, dia sebenarnya telah menerima surat penitipan pengawasan lahan yang akan disita Kejati kepada pengembang Salam Residence karena objek sita berada di kompleks perumahan yang dia kelola.

‘’Terkait tanah sitaan ini, kami hanya dititipi pengawasan,’’ kataya saat ditemui usai penyitaan lahan, kemarin. Terkait perkara tindak pidana korupsi oleh tersangka Edy Zakaria yang pernah menjual objek sita kepadanya.

TRENDING :  Pelaku Penganiayaan Dibekuk Polisi Tanpa Perlawanan

Kasus yang berujung penyitaan ini menurut Masyhuri mengaku bukan atas laporannya, dirinya hanya sempat menjadi saksi dalam kasus tersebut. Menurutnya, ada pihak lain yang melaporkan kasus ini karena menyebabkan kerugian negara.

Sedangkan kasus penipuan pada transaksi jual dan beli tanah tersebut, Masyhuri mengaku telah melaporkan Edy Zakaria ke polres Kudus atas kasus pidana penipuan. Karena membeli tanah bengkok yang bersertifikat atas nama Edy Zakaria senilai Rp 300 juta, Masyhuri juga menggugat Edy secara perdata untuk penghapusan sertifikat di pengadilan negeri.

“Saat itu saya memenangkan kasus ini di Pengadilan Negeri Kudus, namun saudara Edy kemudian melakukan banding,” katanya.

‘’Pembelian tanah itu sudah saya uang muka Rp 100 juta. Tanah ini awalnya di luar keseluruhan tanah Salam Residence,’’ katanya.

TRENDING :  POLRES KUDUS LAKSANAKAN PEMERIKSAAN SENJATA

Selain kerugian pembelian tanah, Masyhuri mengaku juga rugi atas bangunan yang telah dibangun rumah tipe 36 sebanyak dua unit di atas tanah bengkok yang disita ini.

Menurutnya rumah tersebut sempat dibeli oleh konsumen, namun ia batalkan karena bermasalah.
‘’Saya juga akhirnya mengembalikan uang muka dari pembeli,’’ katanya.

Seperti diketahui Kejati Jateng menyidiki perkara tindak pidana korupsi atas penjualan bengkok Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, seluas 444 meter persegi dan telah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini, yakni M Syaifudin mantan Kepala Desa Dersalam, dan Edy Zakaria, warga Dersalam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kajati Jateng, Sugeng Riyadi mengatakan, perkara penjualan bengkok desa ini merugikan negara Rp 400 juta. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :