Keliling Daerah Anggota MPR/DPR-RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

oleh

Kudus, isknews.com – Bertempat di aula Balai Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Kamis (21/12/2017), telah berlangsung sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Acara tersebut dihadiri oleh H. Daryatmo Mardiyanto, anggota MPR RI Fraksi PDIP-P dari Dapil-2, sebagai pemrakarsa dan pelaksana kegiatan.

Hadir, Joni suryono, Pengurus DPC PDI perjuangan Kudus, Turkiyantoro, staf pengajar UNDIP Semarang, selaku narasumber, unsur Muspika Kecamatan Undaan, Kades Berugenjang Kiswo, beserta perangkat dan warga desa setempat.
H Daryatmo Mardiyanto, dalam sambutannya, antara lain mengatakan, selaku anggota MPR RI, pihaknya melakukan silaturahmi keliling kedaerah daerah, dalam rangka sosialisasi dan untuk bertatap muka dengan bapak ibu mengingatkan tentang 4 pilar ini.

Sebenarnya bisa saya kirim buku buku tentang 4 pilar ini kerumah bapak ibu tapi kami ingin bapak mengerti apa isi buku buku ini dan kami benar benar perlu bertemu dengan bapak ibu untuk mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan ini.
“Ini yang kami sampaikan mewakili anggota MPR RI sebagai pembukaan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Balai Desa Berugenjang ini.”
Turkiyantoro, dalam paparannya mengenai 4 pilar kebangsaan, antara lain menyampaikan, 4 pilar kebangsaan tersebut, adalah Pancasila, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD NKRI 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan . Bhineka Tunggal Ika.

TRENDING :  Kerjasama Sinergi BKM Kades dan Camat Menuju Kudus Kota Tanpa Kumuh

Penjabarannya, Pancasila kedudukannya sebagai dasar dan ideologi negara. Yaitu sebagai fondamen, filsafat pikiran yang mendalam. Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup. Menjadi dasar untuk mengatur penyelenggara negara dan seluruh WNI. “Pancasila sebagai ideologi negara dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam dalam rangka pencapaian cita-cita serta tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara.”
UUD RI 1945 merupakan dasar hukum tertulis dan tertinggi dari seluruh peraturan undang-undang. UUD memgatur 4 hal penting. Prinsip kedaulatan rakyat dan negara hukum. Pembatasan kekuasaan organ negara. Mengatur hubungan antar lembaga negara serta mengatur kekuasaan antar lembaga negara dengan warga negara.

TRENDING :  Program pengecoran Jalan TMMD Sengkuyung

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik, Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Bhineka Tunggal Ika, pengertian dari Bhineka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi satu jua. Hal itu dinilai relevan dengan keperluan strategis bangsa Indonesia yang memiliki makna walaupun beragam suku, agama, adat, budaya, bahasa namun tetap satu kesatuan sebangsa dan setanah air.

TRENDING :  Mauludan Jawiyan, Warisan Budaya Khas Desa Padurenan

“Bhineka Tunggal Ika juga sebagai semboyan negara. Kekayaan dan keberagaman bangsa Indonesia antara lain jumlah penduduknya sekitar 255 juta jiwa (sesuai data BPS tahun 2015). 2.500 bahasa daerah, terdapat 1.340 suku bangsa dan agama. Flora dan fauna yang beraneka ragam itu yang menjadi kebanggaan kita,” tegas staf pengajar UNDIP Semarang itu. (DM) .

KOMENTAR SEDULUR ISK :