Kelompok Bahan Makanan Alami Deflasi 0,46 Persen

oleh
Foto: Ilustrasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Kelompok bahan makanan pada April 2018 mengalami deflasi 0,46 persen atau terjadi penurunan indeks dari 157,60 pada Maret 2018 menjadi 156,88 pada April 2018.

“Dari 11 subkelompok yang ada, empat diantaranya mengalami deflasi, dan tujuh subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah padi padian, ubi-ubian & hasilnya sebesar 2,43 persen, dan subkelompok yang mengalami deflasi terendah adalah ikan diawetkan sebesar 0,23 persen,” Ketua BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu melalui Hasbi Iqbal, Kasub tata usaha BPS Kudus, saat ditemui ISKNEWS.COM di pertemuan yang di Hotel Griptha Kudus, Rabu (2-5-2018).

Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi terbesar, lanjut Hasbi, adalah telur, susu, & hasilnya sebesar 1,67 persen kemudian diikuti subkelompok daging dan hasilnya sebesar 1,52 persen.

TRENDING :  Puluhan Satpam Digembleng Agar Siap Hadapi Penjahat

Lalu kelompok bahan makanan pada April 2018 merupakan satu-satunya subkelompok yang mengalami penurunan indeks dengan memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,11 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain : beras, bawang putih, kentang, tomat sayur, dan jeruk, dimana semua komoditas tersebut merupakan lima komoditas dominan penyumbang deflasi secara umum.

“Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi pada kelompok bahan makanan yaitu : bawang merah, telur ayam ras, bandeng, daging ayam ras, dan cabai merah,” jelasnya

Diketahui, Perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2018 secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan harga bawang merah. bensin, telur ayam ras, bandeng, dan daging ayam ras menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di Kudus.

TRENDING :  Bebas Denda Pajak Belum Optimal Dimanfaatkan Warga, Wibowo: Segera Manfaatkan Kesempatan ini

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Kudus pada April 2018 di Kudus, inflasi sebesar 0,01 persen dengan indeks Harga Konsumen (lHK) 138,91 lebih tinggi bila dibanding bulan Maret 2018 yang megalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan lHK 138,90.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok prngeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,55 persen; kelompok sandang 0,41 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga, 0,02 persen, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 0,41 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,46 persen.

TRENDING :  Puluhan Difabel Antusias Ikuti Pengukuran Kaki Palsu Gratis

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada April 2018 diantaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen. Kelompok sandang 0,02 persen. Kelompok pendidikan 0,001 persen, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,06 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Bulan April 2018 adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,11 persen. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :