Kelompok Bahan Makanan Inflasi 0,85 Persen

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Kelompok bahan makanan pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,85 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 148,26 pada November 2016 menjadi 149,52 pada Desember 2016. Hal itu dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus saat melakukan pers rilis di kantornya beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Kenaikan Tarif Listrik Jadi Salah Satu Pemicu Inflasi April 2017
(ISKNEWS/YULIADI MUHAMMAD)

Dari 11 subkelompok yang ada, tujuhdiantaranya mengalami inflasi, dua subkelompok mengalami deflasi, dan dua subkelompok relatif stabil atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah telur, susu, dan hasilnya sebesar 5,58 persen dan subkelompok yang mengalami inflasi terendah adalah ikan diawetkan 0,02 persen.

Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah ikan segar sebesar 0,15 persen dan bumbu-bumbuan sebesar 6,69 persen.

TRENDING :  Inflasi Kudus Oktober 2016 Tertinggi Kedua Di Jawa Tengah

Kelompok bahan makanan pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,21 persen, merupakan penyumbang inflasi terbesar bulan ini.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: telur ayam ras, beras, cabai rawit, mie kering instant, daging ayam ras, rampela hati ayam, bendeng, ikan gabus, ikan kembung, mujair, tongkol, teri, makanan bayi, susu bubuk, susu kental manis, susu untuk balita, dan susu untuk bayi.

TRENDING :  Makanan Jadi, Minuman, Rokok Dan Tembakau Sumbang Inflasi 0,01 Persen
KOMENTAR SEDULUR ISK :