Kelompok Bahan Makanan Sumbang Deflasi 0,25 Persen Di Bulan Oktober

Kelompok Bahan Makanan Sumbang Deflasi 0,25 Persen Di Bulan Oktober

Kudus, isknews.com – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2017 secara umum mengalami penurunan. Penurunan harga jeruk, ikan kembung rebus, telur ayam ras, wortel, dan cabai rawit menjadi pemicu utama terjadinya deflasi di Kudus.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Kudus pada Oktober 2017 di Kudus, deflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,39 lebih rendah bila dibanding bulan September 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan IHK 135,51.

TRENDING :  Segera Cair Dana DAK Rehab SD dan SMPN Termin Ketiga

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa kelompok pengeluaran yaitu : kelompok bahan makanan 1,05 persen; dan kelompok sandang 0,11 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,42 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,01 persen.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Oktober 2017 adalah kelompok bahan makanan 0,25 persen; dan kelompok sandang 0,01 persen.

TRENDING :  Samsat Siaga Diluncurkan di Kudus, Siap Jemput di Rumah Anda

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi Oktober 2017 adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,09 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,0005 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi Kudus bulan Oktober tahun 2015 dan 2016 masing-masing sebesar -0,11 persen dan 0,09 persen.

TRENDING :  Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Normal

Inflasi tahun kalender (Oktober ) 2015 sebesar 2,12 persen, (Oktober ) 2016 sebesar 1,33 persen dan (Oktober ) 2017 sebesar 3,19 persen.

Tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014) 6,01 persen, (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) 2,48 persen dan (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 4,19 persen. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post