Kemas Gema Ramadhan Dalam Bentuk Dialog Kebangsaan

oleh
Kemas Gema Ramadhan Dalam Bentuk Dialog Kebangsaan ISKNEWS.COM
Foto: Ratusan warga memadati ruang aula Balai Desa Undaan Tengah. (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Banyak kegiatan yang dapat dikerjakan untuk menunggu waktu berbuka puasa sehingga bermanfaat dan tidak sia-sia, seperti halnya yang dilakukan oleh GP Ansor dan Fatayat NU Ranting Undaan Tengah Kecamatan Undaan Kudus.

Bentuk kegiatan Gema Ramadhan dikemas dalam bentuk Dialog Kebangsaan dengan tema Merajut Keberagaman Dalam Bingkai NKRI Guna Menangkal Faham Radikalisme menjadi pilihannya.

Sedikitnya 150 orang memadati gedung balai desa Undaan tengah, Minggu (3-6-2018). Diantaranya Ikhlas Prasojo, Kepala Desa Undaan Tengah, beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta masyarakat dari berbagai latar belakang organisasi ditingkat desa.

TRENDING :  Tak Ingin Ulang Kegagalan, Persiku Siapkan Kerangka Tim Musim Depan

Kapolsek Undaan AKP Anwar, yang diwakili IPDA Amirin dan Camat Undaan Rinardi Budiyanto yang diwakili Ahmad Rifai, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut, karenanya, hal seperti ini turut membantu dalam membentengi masyarakat dari pengaruh faham radikal yang sampai saat ini masih menjadi ancaman bagi persatuan dan NKRI.

Adapun pamateri tunggal dalam kegiatan tersebut adalah Ipda Subkhan, selaku Kanit Keamanan Negara Satuan Intelkam Polres Kudus.

Dalam paparannya, Banyak negara terlibat dalam perang saudara dan perpecahan, semua itu terjadi karena diawali dengan hoak, ujaran kebencian, fitnah dan mudah diadu domba. Negara di Arab awalnya satu namun sekarang sudah terpecah menjadi 22 negara, sedangkan kita dari berbagai suku bangsa telah bersatu dalam bingkai NKRI.

TRENDING :  Hebat! Alumni SMKN 2 Kudus Juara I Lomba Mekanik Brand Otomotif Nasional

Dikatakan Subhan, Kita mendirikan NKRI bukan untuk 100 tahun saja tapi untuk selamanya. Untuk itu bagaimana kita menjaga dan merawatnya itu menjadi hal penting. “Perbedaan sudah menjadi takdir dari Tuhan dan mengingkari perbedaan adalah bentuk tidak bersyukurnya kita atas nikmat-Nya,” jelasnya.

TRENDING :  Badut Sirkus Hebohkan Pasar Bitingan

“Jangan pernah menjadi penyebar konten yang berisi hoak, ujaran kebencian dan fitnah, tapi jadilah pembuat konten yang benar dan bermanfaat, karena sesuatu yang salah dan sudah terlanjur dikirim melalui media online maka bisa jadi akan abadi dan hal itu akan menjadikan dosa jariyah bagi pengirimnya. Bukan karena pelucutan senjata perdamaian terjadi, tapi karena pelucutan kebencian di hati yang mewujudkannya,” pesannya kepada hadirin dan pembaca media ini. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :