Kembali terjadi Dugaan aksi pemerasaan yang dilakukan oknum wartawan

Kembali terjadi Dugaan aksi pemerasaan yang dilakukan oknum wartawan

Pati,isknews.com – Dugaan Aksi pemerasan yang dilakukan oleh empat orang yang mengaku sebagai wartawan surat kabar mingguan kini menimpa Partono Pj Kepa Desa Tompegunung Kecamatan Sukolio Kabupaten pati (10/05).

Keempat orang yang mengatas namakan sebagai wartawan tersebut ber inisial B,D,Z DAN A. Dengan berdalih mencari informasi mengenai Prona (progam nasional agraria) atau pensertifikatan tanah secara masal, mereka mendatangi rumah Pj Kepala Desa Tompegunung selanjutnya keempat orang tersebut bertanya-tanya mengenai swadaya yang dibebankan oleh masyarakat peserta progam pensertifikatan tanah di Desa Tompegunung,

kemudian Pj Kepala Desa Tompegung menjelaskan kepada keempat orang tersebut, bahwa memang benar adanya swadaya dari masyarakat namun semua yang mengelola keuangan adalah panitia tingkat desa karena progam Pensertifikatan tanah secara masal tersebut sudah dibentuk panitia meliputi panitia tingkat RT/Rw dan panitia tingkat desa, lebih lanjut Pj Kepala Desa tompegunung tercengan saat salah satu dari keempat orang yang mengaku wartawan tersebut mengatakan “WAH JENENGAN MESTI ENTOK OKEH (wah anda pasti dapat banyak,red)” sontak Pj Kepala Desa Tompegunung terkaget-kaget karena ia tidak tau sama sekali mengenai urusan tersebut.

TRENDING :  Empat Kerbau Mati Mendadak, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Kemudian mereka meminta sejumlah uang kepada Pj Kepala Desa Tompegunung tanpa ada dasar yang jelas, demi menghindari perdebatan yang panjang karena dirumah Pj Kepala Desa ada keluarga yang sedang sakait akirnya Pj Kepala Desa pun memberikan sejumlah uang kepada keempat orang tersebut.

TRENDING :  Kondom Yang Disita Dari Konvoi Pelajar Sudah Terpakai Satu

Lebih lanjut, atas kejadian yang menimpa Partono Pj Kepala Desa Tompegung ia pun memaparkan kepada isknews.com lintas pati,

“Saya sudah mengatakan bahwa saya tidak mengetahui tentang urusan swadaya karena semua yang mengelola panitia, namun saya kok dimintai uang dan dikira saya dikira mendapatkan jatah, padahal bisa di cek ke panitia Desa apa saya pernah mendapatkan sesuatu dari progam prona”, ujarnya, selanjutnya saat ia ditanya kenapa kok gak langsung di Laporkan Kepihak yang berwajib saya? Ia mengatakan “Alah mas gak usah udah saya iklaskan sekedar saya buat pengalaman, cuma saya berharap agar teman-teman pers atau wartawan dapat bekerja secara profesional dan selalu menyajikan informasi kepada masyarakat yang tepat akurat dan berimbang, jangan sampai disalah gunakan.” Pungkas Partono Kepada Isknews.com lintas pati.

TRENDING :  Santri Asal Kudus Meninggal Tenggelam Di Embung Lodan Rembang 
KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post