Kembang Tahu Asal Kudus Rambah Jakarta

oleh
Kembang Tahu
Foto: Proses penirisan dan penjemuran kembang tahu di Desa Glantengan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Sabtu (10-02-2018). (Nila Niswatul Chusana/ISKNWES.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Di Indonesia kembang tahu banyak di gunakan sebagai campuran soup, capcay, tumis hingga es krim. Cita rasanya yang lezat menjadikan makanan ini, sangat cocok diolah menjadi berbagai macam hidangan penggugah selera.

Proses pengolahan kembang tahu terbilang sangat sederhana. Kembang tahu kering, dapat di masukkan ke dalam air mendidih dan diberi sedikit garam agar cepat lunak. Setelah lunak kembang tahu dapat diolah menjadi berbagai campuran masakan.

Kembang tahu merupakan makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Makanan ini terbuat dari susu kedelai yang dipanaskan hingga menimbulkan buih.

TRENDING :  Sosialisasi UMK Dan Tertib Administrasi Untuk Perangkat Desa
Kembang Tahu-2
Foto: Kembang tahu kering dan sudah dipacking di Desa Glantengan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Sabtu (10-02-2018). (Nila Niswatul Chusana/ISKNWES.COM)

Buih-buih tersebut harus melewati tahap pengepresan untuk menjadi sebuah kembang tahu. Setelah dipres, kembang tahu harus ditiriskan dan dijemur dahulu, agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

“Kembang tahu kering dapat bertahan hingga satu tahun, dengan catatan harus disimpan di tempat yang kering, kedap udara dan air. Jika diletakkan di tempat lembab, maka kembang tahu tersebut akan berjamur sehingga tidak dapat dikonsumsi,” ujar Pengusaha Kembang Tahu, Harmoko (45).

Kepada isknews.com, Sabtu (10-02-2018) ia mengungkapkan, bahwa tidak semua pengusaha tahu memproduksi bahan makanan satu ini. Meskipun terbuat dari bahan baku yang sama yakni kedelai, akan tetapi proses produksi antara tahu dan kembang tahu sedikit berbeda.

TRENDING :  PASOKAN BAHAN BAKU SIM LANCAR

Karena pemasaran kembang tahu di Kudus cukup sulit, sehingga tidak banyak pengusaha tahu yang memproduksi kembang tahu. Tak heran jika cukup sulit menemukan penjual olahan dari kembang tahu di Kota Kretek ini.

Tidak dipungkiri Harmoko, dari awal dirintis oleh orangtuanya dari tahun 1987. Pabrik tahu tersebut, fokus pada pemenuhan permintaan pasar dari luar kota. Banyaknya permintaan kembang tahu sejumlah daerah di luar Kota Kudus, menjadikannya terus bertahan melanjutkan bisnis warisan tersebut.

“Untuk pemasaran kembang tahu di Kudus hanya beberapa saja, mayoritas dikirim ke luar kota seperti Surabaya, Jakarta dan Semarang. Saya juga heran mengapa pemasaran kembang tahu di daerah Jawa Tengah, khususnya di Kota Kudus cukup sulit,” tutur Ayah dengan empat anak tersebut.

TRENDING :  OPAK yang Menyenangkan dan Tidak Mendiskriminasi

Imbuhnya, “Mungkin karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui kembang tahu, terutama generasi 20-an. Di sisi lain segelintir penjual olahan kembang tahu yang masih betahan di Kudus, menjadikan makanan satu ini tidak begitu populer.”

Tak dipungkiri pergeseran pola konsumsi masyarakat yang cenderung menyukai makanan cepat saji, menjadikan sejumlah makanan tradisional seolah terlupakan. (NNC/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :