Kemenperin Apresiasi Daya Saing Industri Kertas Berharga Nasional

Kemenperin Apresiasi Daya Saing Industri Kertas Berharga Nasional

Kudus,isknews.com – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi terhadap industri kertas berharga nasional karena mampu menciptakan produk berkualitas hingga diminati pasar ekspor. Ini tidak terlepas karena peran aktif dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sektor tersebut.

“Salah satunya adalah PT. Pura Barutama atau lebih dikenal dengan Pura Group, perusahaan terintegrasi yang terdiri dari 27 divisi yang tergabung dalam kelompok industry kertas, cetak, hologram, smart card, dan engineering yang mengekspor 60 persen produknya ke lebih dari 50 negara. Perusahaan ini telah memiliki struktur yang mendalam dengan didukung fasilitas research and development atau R&D-nya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi Pura Group di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (19/8).

Menperin menyatakan, dengan penguatan kualitas dan daya saing tersebut, para pengguna diharapkan dapat menyerap lebih optimal produk kertas berharga dari industri dalam negeri. “Penggunaan produk dalam negeri akan berdampak luas, seperti pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas industri, dan penghematan devisa,” tuturnya.

BACA JUGA :  Samsat Siaga Diluncurkan di Kudus, Siap Jemput di Rumah Anda

Saat ini kapasitas produksi Pura Group mencapai 18.000 ton per tahun kertas berharga seperti buku bank, buku nikah, cek, ijazah, paspor dan sertifikat. “Perusahaan ini juga memproduksi kertas uang dan mensupply ke negara-negara lain seperti Vietnam, Sudan, Bangladesh, India, dan yang lainnya,” ujar Airlangga.

Bidang engineering, Pura Group telah melakukan terobosan dengan membuat tempat penyimpanan untuk holtikultura yang disebut Control Atmosphere Storage (CAS). Teknologi CAS sangat berbeda dengan teknologi Cold Storage, dimana Cold Storage hanya bekerja mengendalikan temperatur saja, sedangkan CAS ada 6 komponen yang dikendalikan yaitu O2, CO2, N2, RH, temperatur dan Ethylene. Sehingga bawang merah yang disimpan yang disimpan dalam waktu yang cukup lama tidak akan mengalami kerusakan dan susut bobot yang kecil (+/-10%).

BACA JUGA :  Nonton BarengPiala AFF 2016 'Duel Raksasa Asia Tenggara' Antara Timnas Indonesia Vs Timnas Thailand

Mesin ini harapannya bisa mendukung pemerintah dalam rangka program ketahanan pangan khususnya stabilisasi harga dan produktivitas bawang merah. Sesuai data dari BPS bahwa produksi bawang merah Indonesia menunjukkan angka surplus, harapannya pada saat in season/panen raya pemerintah bisa menyimpan sebagain hasil panen tersebut sebagai buffer stock, kemudian mengeluarkannya kembali di saat off season, sehingga baik harga maupun produktivitas tetap dapat terjaga dan tidak diperlukan impor lagi.

Mesin CAS ini sudah mendapatkan hak paten dari pemerintah dan komponen dalam negerinya sudah mencapai 40% dan akan terus ditingkatkan. “Ini merupakan terobosan baru yang dapat menyimpan bawang merah sehingga tetap segar untuk jangka waktu sampai 6 bulan, sejalan dengan program pemerintah untuk menyetabilkan harga ketika musim paceklik”, begitu ditambahkan Yohanes Moeljono – Presdir Pura Group

BACA JUGA :  ​Besok Operasi Pasar Elpiji 3 Kg Digelar Di Dua Lokasi

 

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan kondisi perkembangan industri pulp dan kertas. “Indonesia merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia. Untuk industri pulp peringkat 9 dan untuk industri kertas peringkat 6,” sebutnya.  Sedangkan, di Asia Tenggara menempati peringkat pertama untuk industri pulp dan kertas.

Humas Pura Group.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post