Kemeriahan Kirab Budaya Gebyar Maulidan Jawiyan Desa Padurenan Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kemeriahan kirab budaya Maulidan Jawiyan berlangsung di lapangan terminal C Desa Padurenan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, Kamis (6/12/2018).

Kegiatan tersebut di selenggarakan oleh pemerintah Desa Padurenan bekerjasama organisasi pemuda, masyarakat dan Paguyuban Desa Wisata Kudus (Dewiku).

Kepala Desa Pedurenan Zainal Abidin mengatakan, kegiatan ini di ikuti sekitar 800 orang (28 kontingen Pawai) dengan menggunakan aneka ragam kesenian, pakaian adat budaya modern, tradisional, pentas drum band, gunungan hasil bumi, hasil karya kerajinan masyarakat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Desa Padurenan.

TRENDING :  Naga Kilat Menyambut Monyet Api

Adapun peserta kirab terdiri dari Perwakilan setiap RT dan RW desa Pedurenan, Perwakilan dari UMKM desa Padurenan, Pemuda Karang taruna, Gapoktan desa Pedurenan, Ibu -ibu PKK, desa Pedurenan dan Pelajar, Banser, IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog.

Pada Pukul 14.15 WIB, Pelepasan perserta kirab oleh Muspika Kecataman Gebog yang di iringi oleh Drum band dari pelajar MI Miftahul Huda I Sudimoro Karangmalang Kecamatan Gebog.

Adapun route  sejauh 1km dengan Start Lapangan Terminal C Desa Padurenan kecamatan Gebog – Pertigaan  Desa Padurenan Belok Kiri Arah SD 3 Padurenan – Finish depan halaman Balai Desa Padurenan.

TRENDING :  Sedekah Bumi Desa Tempur, Sediakan Kopi Gratis Bagi Wisatawan

Sementara itu, Camat Gebog, Arif Suwanto, Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT kita  masih dapat Rindo Nya bisa hadir dalam acara Kirap budaya Maulidan Jawiyan di desa Padurenan.

“Sore ini merupakan suatu kehormatan bagi saya bahwa mendengar acara ini pernah vakum dan tahun ini di lanjutkan kembali saya bangga karena jiwa tradisi dan nilai nilai leluhur kita muncul kembali,” ujarnya.

Dikatakan Arif, Kegiatan yang sangat positif ini semoga banyak memberikan barokah dan manfaat sehingga nantinya masyarakat dapat  melestarikan tradisi nilai nilai budaya warisan dari para leluhur.

TRENDING :  Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

Ia sangat sepakat dengan tujuan dan semangat dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta sebagai ajang silaturahmi masyarakat desa Padurenan.
“Saya berharap acara kirab budaya Maulidan Jawiyan ini agar masyarakat untuk selalu menghargai Budaya adat dan menjadikan Kreatifitas para peserta kirapnya. Saya bangga Karena antusias masyarakat sangat luar biasa semoga tahun depan kirab budaya di desa padurenan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :