Kemeriahan Memperingati 1 Muharram 1437 H Di Dusun Goleng, Ratusan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

Kemeriahan Memperingati 1 Muharram 1437 H Di Dusun Goleng, Ratusan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

Kudus, isknews.com – Hanya dalam hitungan menit, gunungan yang isinya bermacam tanaman hasil bumi itu ludes dijarah massa. Antusias Warga Dusun Goleng, RW-12, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, untuk mendapatkan isi gunungan yang berupa aneka tanaman pertanian, seperti jagung, padi, cabai. tomat, wortel, kacang panjang, melon, jeruk dan lain-lain itu, sudah terlihat dengan berkumpulnya ratusam orang lelaki perempuan, tua muda, di jalan desa di pintu gerbang batas dusun, tempat berakhirnya kirab yang membawa gunungan mengelilingi dusun yang letaknya di bawah tanggul Sungai Kaligelis itu.
Maka begitu yang dinanti-nanti, secara serentak dan beramai-ramai, menyerbulah kerumunan massa ke gunungan itu, bahkan sebelum diletakkan di tanah oleh empat orang warga yang memikulnya. Terjadilah saling berebut, hinggga semua yang terpasang di gunungan habis dalam waktu singkat, tinggal hanya kerangkanya saja yang terbuat dari bambu. Nasi kuning beserta lauknya yang ikut dikirab, juga tidak luput dari incaran massa. Ada yang mengambil dengan kedua tangan untuk dibawa pulang, namun ada juga makan langsung dari tampah yang dijadikan alas nasi kuning beserta lauknya itu.
Suasana meriah dan guyub itulah yang mewarnai peringatan menyambut datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1437 H, yang jatuh pada Minggu (2/9), oleh Warga Dusun Goleng, RW-12, Desa Pasuruhan Lor. Dusun terdiri 3 RT yang dihuni peduduk sekitar 900 jiwa tediri dari sekitar 290 kepala keluarga (KK) itu, letaknya di ujung selatan, sejauh sekitar 5 kilometer dari pusat pemerintahan desa.
Cuaca yang tidak bersahabat diwarnai awan mendung yang menggantung di langit, tidak mengurangi semangat Warga Goleng. Selain sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun, pada setiap 1 Muharram, kegiatan bernuansa religi dan budaya itu diadakana sebagai ujud rasa syukur atas hasil produksi pertanian yang menjadi meta pencaharian utama warga, sekaligus agar terhindar dari penyakit, bala dan musibah.
Acara di mulai sekitar jam 14.30 WIB, dilepas oleh Kepala Desa Pasuruhan Lor, Noor Badri. Dalam sambutanya, kepala desa yang mengenakan busana kejawen, lengkap dengan blangkon dan keris itu, mengharapkan agar dengan diadakannya kirab budaya, selain nguri-nguri tradisi dan budaya para pendahulu, juga agar dapat memotivasi warga untuk lebih giat bekerja, guyub, rukun dan harmonis, sehingga kesejahteraan Warga Goleng pun semakin meningkat.
Dengan diiringi musik rebana, berangkatlah kirab budaya yang diawali barisan pelajar SD yang membawa spanduk, kelompok atau grup kesenian barongan dan kuda lumping, lelaki dan perempuan dewasa yang memakai busana nasional, masyarakat umum dan pelajar. Kirab mengeliligi wilayah dusun dengan menenemuh jarak sekitar 1,5 kilometer. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Festival Anak Sholeh," Dibekali Kepedulian Sesama "

Share This Post