Susasana saat Paskibraka mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT RI ke 71 di Lapangan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (17/8). (ISK/Mukhlisin)

Kemiskinan, Korupsi, dan Narkoba Jadi PR Besar Bangsa Saat Ini

Kudus, isknews.com – Upacara Peringatan HUT RI ke 71 di Lapangan Alun-Alun Kudus berlangsung khidmat dan meriah, Rabu (17/8). Dipimpin langsung Bupati Kudus Musthofa, sedikitnya ada 1.500 peserta dari jajaran SKPD, unsur Forkopimda, PNS, pelajar, dan para undangan mengikuti upacara yang dimulai tepat pukul 09.30 WIB. ”Merdeka, merdeka, merdeka,” ucap Musthofa beberapa kali diikuti semua yang hadir.

Susasana saat Paskibraka mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT RI ke 71 di Lapangan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (17/8). (ISK/Mukhlisin)

Susasana saat Paskibraka mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT RI ke 71 di Lapangan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (17/8). (ISK/Mukhlisin)

Pada kesempatan tersebut Musthofa juga membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu petikan dari sambutan itu menyatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di antaranya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan wanita, kemiskinan, peredaran narkoba yang kian menggila, dan pemberantasan korupsi.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI ke 71, Pelajar SD/MI Se Kecamatan Mejobo Adu Kreativitas Menghias Sepeda

”Rasanya baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta memprokalmirkan kemerdekaan RI, namun tidak terasa sudah lebih dari tujuh dasawarsa bangsa ini lepas dari penjajahan. Namun perjuangan bangsa ini belum usai, kita adalah pewaris yang  sah dari anak negeri untuk mengisi kemerdekaan dan meneruskan perjuangan dari pendahulu kita. Sehingga pekerjaan rumah yang masih ada bisa terselesaikan dengan segera,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur : Para Petugas Sensus Ekonomi Harus Jujur Valid Dan Presisi Tak Perlu Tutupi Hasil Sensus Yang Buruk
13882618_1240945349283900_312098428233429232_n

Lebih lanjut dia mengatakan, bangsa ini harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. ”Saatnya kita berinovasi dan berkreasi untuk memakmurkan Indonesia yang bertabat. Kita buktikan pada dunia Indonesia adalah negara yang berdaulat dan berketuhanan, serta memiliki potensi untuk menjadi negara yang maju,” pungkasnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?