14212793_1085439478211066_708214990256638523_n

Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi Pada Saat Libur Panjang Hari Raya Idul Adha

Kudus, isknews.com – Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan surat edaran tentang larangan kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi di jalan raya pada saat libur panjang hari raya idul adha, dalam peraturan surat tersebut diperuntukan untuk merekayasa lalu lintas dengan pengendalian lalu lintas pada persimpangan, pengendalian lalu lintas pada ruas jalan, pemasangan rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas, serta alat pengendalian dan pengaman pengguna jalan sementara Selasa, (06/9).

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus Didik Sugiharto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Putut Sri Kuncoro saat dijumpai isknews.com membenarkan hal itu bahwa surat itu baru kami terima oleh Kementerian Perhubungan Direktorak Jenderal Perhubungan Darat bahwa adanya larangan kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalan raya seperti halnya di Hari Raya Idul Fitri kemarin, pemberlakuan itu berlangsung selama empat hari saja yang dimulai pada hari Jum’at, 09 September 2016 hingga Senin, 12 September 2016 setelah itu kembali seperti semula.

Baca Juga :  Perjudian Kartu di Mlatinorowito Digrebeg Kepolisian

“Surat edaran larangan beroperasinya kendaraan angkutan barang pada saat libur panjang hari raya idul adha itu benar, hanya saja waktu larangan tersebut cukup singkat saja yakni selama empat hari dari 09 – 12 September 2016. Akan tetapi tidak semua kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi, hanya kendaraan angkutan barang tertentu yang pada saat itu boleh beroperasi sama seperti larangan angkutan barang pada hari raya idul fitri kemarin” jelasnya.

14192057_1086273281461019_5583912920568159612_n

Dalam isi surat edaran yang bernomor SE.15/AJ.201/DRJD/2016 Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat menyebutkan pelarangan operasi kendaraan angkutan barang itu pada 09 September 2016 pukul 00:00 wib sampai dengan 12 September 2016 (H-3) pukul 24:00 wib, kendaraan angkutan barang yang bersumbu lebih dari 2 (dua) sumbu dilarang beroperasi, dan berlaku pada jalan nasional (jalan tol dan jalan non tol) serta jalur wisata yang ada di 8 (delapan) Provinsi yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Baca Juga :  Desa Undaan Tengah Menyambut Panen Padi

Dari kendaraan yang dilarang beroperasi itu seperti Kendaraan pengangkut bahan bangunan, Kereta Tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), kendaraan kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari 2 (dua). Sedangkan Kendaraan Angkutan Barang yang boleh Beroperasi pada saat itu diantaranya merupakan seperti Kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM), Kendaraan Bahan Bakar Gas (BBG), Kendaraan Ternak, Kendaraan Bahan Pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar, telur, dll), Kendaraan Pupuk, Kendaraan Susu Murni, Kendaraan Barang antaran Pos, dan Kendaraan Barang (bahan baku) Eskpor/Impor dari lokasi home indutri atau sebaliknya dan ke pelabuhan ekspor/impor.

Sementara itu, Putut juga menambahkan bahwa adanya peraturan itu untuk memperlancar kendaraan pada saat libur panjang hari raya idul adha, meskipun kepadatan arus lalu lintas pada hari raya idul adha tidak sepadat pada menjelang idul fitri adanya arus mudik di ruas jalan. Disisi lain juga untuk mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, karena kepadatan arus lalu lintas bisa saja menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga kemacetan di jalan.

Baca Juga :  Harlah IPNU ke 62 dan IPPNU ke 61 Dengan Istighosah Pelajar dan Pagelaran Aneh Bin Ajaib Season 2

“Adanya peraturan itu untuk memperlancar kendaraan pada saat libur panjang hari raya idul adha, meskipun kepadatan arus lalu lintas pada hari raya idul adha tidak sepadat pada menjelang idul fitri adanya arus mudik di ruas jalan. Disisi lain juga untuk mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, karena kepadatan arus lalu lintas bisa saja menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga kemacetan di jalan” Imbuhnya.(SM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?