Kentos, Jajan Jadul yang Terus Bertahan di Era Millenial

oleh
Kentos

Kudus, ISKNEWS.COM – Tak dipungkiri, perkembangan zaman turut diikuti dengan perkembangan kuliner dan pola makan masyarakat. Jika pada era 80 – 90 jajanan anak sekolah di dominasi dengan makanan tradisional yang sederhana. Kini perubahan zaman, membuat makanan yang ada semakin bervariasi.

Meskipun begitu, hingga saat ini sejumlah jajanan era 90-an masih ada yang tetap bertahan di era millenial. Salah satunya adalah kentos. Berbeda dengan cilok dan pentol. Kentos tidak menggunakan campuran ataupun isian daging. Selain itu, kentos juga memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan cilok dan pentol.

Makanan yang terbuat dari campuran tepung terigu dan gandum ini memiliki cita rasa asin-gurih. Untuk penyajiannya, kentos biasanya ditambahkan dengan kecap manis dan saus tomat. Namun ada juga yang disajikan dengan saus kacang.

TRENDING :  Soto Kudus terkenal dengan Soto Daging Kerbau

Pada tahun 90-an, banyak pedagang kentos yang berjualan di depan sekolah maupun berkeliling kampung. Cukup dengan uang Rp. 300 saja, pembeli sudah bisa mendapatkan satu plastik kentos. Dan pada masa itu, kentos menjadi salah satu makanan yang populer di eranya.

Berjalannya waktu, popularitas kentos tergantikan oleh makanan-makanan sejenisnya, seperti pentol dan yang terbaru adalah cilok. Perubahan ini menjadikan sejumlah penjual kentos beralih menjadi penjual pentol, cilok dan makanan-makanan yang tengah hits. Tak heran jika kini penjual kentos mulai sulit ditemukan.

TRENDING :  Ibu-Ibu Persit KCK Cabang XLIII Kodim Kudus, Memasak Di Lokasi TMMD

Salah satu penjual kentos yang masih bertahan adalah Pak Man. Kepada isknews.com, dia mengungkapkan bahwa dirinya telah berjualan kentos dari tahun 2000 hingga saat ini. Baginya berjualan kentos sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Ketika isknews.com bertanya, alasan ia untuk terus bertahan berjualan kentos sampai saat ini. Lelaki 65 tahun tersebut mengatakan jika dirinya tidak memiliki modal yang cukup untuk berpindah dagangan. “Modalnya besar jika mau pindah dagangan. Toh, selama ini orang tau dan mengenal saya, karena saya berjualan kentos,” ujarnya sambil tertawa.

TRENDING :  Menyulap Terong Jadi Cemilan Krispi

Meskipun, kini kuliner jalanan berkembang pesat dan sangat bervariasi. Akan tetapi, Pak Man mengucapkan jika sampai saat ini masih banyak yang mencari dan membeli kentos buatannya. Diceritakannya, jika pembeli kentosnya sebagian besar adalah orang dewasa dan anak-anak.

“Banyak pembeli saya yang sekarang sudah memiliki anak. Kadang mereka ada yang senaja membeli untuk bernostalgia dengan kentos. Ada juga yang beli untuk anaknya, katanya biar anaknya tahu rasanya jajanan kesukaan orang tuanya dulu waktu sekolah,” paparnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :