Keong Sawah, Alternatif Pakan yang Murah dan Berkualitas

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Keong sawah di sawah Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kebupaten Kudus, Selasa (03-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNWES.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Tanpa disadari, jarum jam telah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Nampak Sang Mentari telah membumbung tinggi diatas katulistiwa. Pancaran sinarnya yang kuat, menyengat kulit dan membakar dahaga.

Di sebuah gubuk kecil, di tengah hamparan sawah yang hijau, terlihat beberapa petani yang sedang melepas lelah. Dari kejauhan nampak beberapa petani yang tengah menyantap bekal. Ada pula yang sedang asyik mengobrol ringan dan ada pula yang tertidur pulas.

Dari tengah jalan yang menjadi batas antara Desa jati Kulon dengan Desa Pasuruhan Kidul, terpantau ramai oleh hilir mudik kendaraan. Dari lokasi tersebut, kami melihat beberapa petak sawah telah mendekati musim panen. Padi-padi itu telah merunduk dan menguning. Sejumlah burung berterbangan ke sana kemari, seolah bahagia menyambut panen padi kali ini.

ISKNEWS.COM
Foto: Sugianto yang tengah mencari keong di sawah Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kebupaten Kudus, Selasa (03-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNWES.COM).

Tak sengaja, mata ini tertuju pada sosok seorang pria yang tiba-tiba muncul di ujung sawah itu. Pria yang mengenakan baju putih dan topi merah itu, sibuk mempersiapkan sesuatu. Setelah menunggu beberapa lama. Pria itu nampak membawa sebuah kantong plastik yang dipegang di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya membawa sebuah tongkat yang ujungnya diberi semacam saringan.

TRENDING :  Gara-gara Slogan Ini, Penjual Tanaman Hias Kebanjiran Order

Bergegaslah pria itu menuju tengah sawah. Sinar matahari yang terik seolah tak dihiraukannya. Sesampainya di tengah hamparan sawah, ia mulai mengais sesuatu diantara pohon-pohon padi. Tak lama kemudian, dimasukannya hasil tangkapannya ke plastik kresek. Lalu ia berjalan lagi dan mulai mengais-ngais lagi.

Sepertinya nasib baik tengah menghampirinya. Tak butuh waktu lama, plastik yang dibawanya telah penuh. Dirinya lantas menepi menuju motornya yang diparkirkan di tepi sungai. Karena rasa penasaran, isknews.com coba mendekati pria tersebut.

TRENDING :  Pembukaan Akses Jalan Menara Kudus Terkendala Perbaikan

Pria paruh baya tersebut bernama Sugianto, warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini, rupanya seorang pencari keong sawah. Kepada isknews.com, ia mengungkapkan jika dirinya telah lama mencari keong sawah untuk pakan lelenya.

ISKNEWS.COM
Foto: Keong hasil tangkapan Sugianto di sawah Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kebupaten Kudus, Selasa (03-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNWES.COM).

Menurutnya, lele yang diberi pakan keong, dagingnya terasa lebih kenyal dan gurih, serta dapat mempercepat pertumbuhan lele. Ilmu itu didapat dari temannya sesama pembudidaya lele. Keong yang terkumpul, nantinya akan direbus setengah matang. Lalu dilepaskan dari cangkangnya. Kemudian barulah daging keong disebar ke kolam lele.

Ukuran kolam yang dimiliki Sugianto hanya berukuran 4×1,5 meter dan 2×1,5 meter. Di kolam tersebut, ratusan lele hidup dan berkembang biak. Diakui ayah dengan lima anak tersebut, jika perkembangan budidaya lelenya begitu pesat, setelah ia mengganti pakannya dengan keong sawah.

“Awalnya saya kasih makan pur. Lalu teman saya menyarankan untuk memberi keong sawah. Setelah saya coba, ternyata benar. Lele saya rasanya lebih enak dan pertumbuhannya lebih cepat. Di samping itu, harga pur yang cukup mahal, membuat saya akhirnya memutuskan untuk mengganti pakannya dengan keong sawah,” katanya, Selasa (03-04-2018).

TRENDING :  Tiga Siswa SMK Wisudha Karya, Siap Hadapi Lomba LKS Tingkat Nasional

Diakui Sugianto, jika keputusannya tersebut disambut baik oleh pembeli. Bahkan beberapa pembelinya mengungkapkan bahwa rasa lelemya menjadi lebih enak dan teksturnya lebih kenyal. Dari situ, ia semakin yakin dengan keputusannya tersebut.

Kini, Sugianto harus bekerja ekstra untuk mencari keong sawah. Setiap harinya, ia berkeliling ke sejumlah sawah di Kecamatan Jati dan Undaan untuk mencari keong. Tak jarang, ia hanya membawa pulang beberapa ekor keong. Baginya, hal tersebut sudah menjadi konsekuensi dari pekerjaan yang dijalaninya. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :