Kepala Desa Prawoto Tak Segan Bergumul Dengan Sapi

oleh
Kepala Desa Prawoto Tak Segan Bergumul Dengan Sapi
Foto: Kepala Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati, Ahmad Hyro Fachrus mengecek sapi miliknya yang siap untuk dijual. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM).

Pati, ISKNEWS.COM – Satu bulan menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan ternak terutama sapi di Kabupaten Pati mulai ramai. Salah satu yang merasakan kenaikan penjualan tersebut adalah Kepala Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati, Ahmad Hyro Fachrus. Pasalnya, sapi yang ia ternak selama ini mulai banyak diminati pembeli.

Setiap mendekati hari raya Qurban penjualan sapi milik Kepala Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati, Ahmad Hyro Fachrus. bisa mencapai dua kali lipat dari hari biasa. Tak hanya di Pati, sapi miliknya juga banyak dipesan dari luar daerah seperti Kudus dan Semarang.

TRENDING :  Gedung Pusat Pembelajaran Guru di Kudus ini Segera Diresmikan

“Sementara ini ada 16 ekor yang siap untuk dijual. Kami menjualnya dengan sistim jual hidup. Kalau bobotnya 600 kg ya tinggal dikali berapa perkilonya. Kalau hari biasa sekitar 45 ribu rupiah/kg,” ungkap Hyro saat ditemui, Kamis (12-07-2018).

Untuk meningkatkan kuwalitas daging sapi serta untuk meningkatkan penjualan, imbuh Hyro, ia pun membentuk “Komunitas Peternak Sapi Pati” dimana dalam komunitas itu para anggota diajarkan cara beternak sapi yang baik.

Kepala Desa Prawoto Tak Segan Bergumul Dengan Sapi
Foto: Para anggota Komunitas Peternak Sapi Pati saat acara halal bi halal beberapa waktu lalu. (ivan nugraha/OSKNEWS.COM).

“Kita juga membentuk komunitas peternak sapi, tujuannya agar para peternak dalam memelihara sapi bisa terjaga kualitas daginnya. Selain itu penjualannya tidak mudah dipermainkan para blantik, apa lagi ini menjelang hari raya Qurban,” imbuh Hyro yang juga menjadi Dewan Pembina Komunitas Peternak Sapi Pati.

TRENDING :  Baru Empat Perusahaan Pekerjakan Difabel

Komunitas yang sudah memiliki anggota lebih dari 200-an orang ini menyebar di seluruh kecamatan di kabupaten Pati. Diharapkan dengan adanya komunitas itu bisa menjadi wadah belajar bersama dalam beternak sapi, serta belajar tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan sapi.

TRENDING :  Bulan Tertib Lalin Jukir Tanpa KTA Ditertibkan

Dengan adanya peternakan sapi di Desa Prawoto, lelaki bertubuh kecil ini berharap bisa menjadi contoh kepada warga masyarakat lainnya, bahwa selain bertani dan berkebun beternak sapi juga bisa menjadi sampingan yang menguntungkan.

“Saya mencoba untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ada usaha penopang yaitu peternakan. Karena di desa saya banyak limbah pertanian yang terbuang sia-sia, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Berangkat dari situ, saya mencoba manfaatkan untuk peternakan agar bisa menambah pendapatan lain,” pungkasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :