Kepala Dispermades Harapkan Peningkatan Program Padat Karya

oleh
Kepala Dispermades Kabupaten Pati, Muhtar. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Dispermades Pati mengharapkan peningkatan Program Padat Karya Masyarakat, hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Muhtar, pada kamis (03-05-2018).

Realisasi Dana Desa (DD) diharapkan lebih menyentuh kepada program pemberdayaan masyarakat atau padat karya, perihal tersebut disampaikan kepada seluruh kepala desa dan perangkat, mengingat, DD tahap pertama sudah di transfer ke masing-masing rekening desa.

TRENDING :  Berkebutuhan Khusus, Siswa di SMA-LB Bina Citra Pati Siap Hadapi UASBN

“Program Padat Karya Tunia Desa (PKTD) ini memang harus dijalankan mulai tahun ini. Itu sebagaimana peraturan dalam Surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri yang menyatakan bahwa penggunaan fasilitasi DD untuk kegiatan pembangunan desa, paling sedikit 30 persen wajib digunakan untuk membayar masyarakat dalam rangka menciptakan lapangan kerja di desa,” ungkapnya,

Berdasarkan Laporan yang didapat, Muhtar mengaku sudah 70% yang sudah melaksanakan untuk pembangunan infrastruktur kemudian sisanya diharapkan program pemberdayaan dapat segera terlaksana.

TRENDING :  Tolak Kirim Banser, GP Ansor Kabupaten Pati Dukung Muktamar Jatmi

Muhtar juga mengakui adanya kesulitan untuk menyalurkan PKKD tersebut, alasanya tidak ada peraturan yang mengharuskan alokasi DD minimal 30 persen untuk PKTD. Bahkan, dalam proses penyusunannya, Rencana Anggaran Biaya (RAB) khusus bidang pembangunan, juga mengalami perubahan.

“Komposisi itu harus dipisahkan secara aktul, minimal 30 persen dari nominal itu untuk kegiatan PKTD. Itu juga harus disertai dengan nama-nama orang yang akan melakukan kegiatan tersebut,” imbuhnya.

TRENDING :  Ajak Warga Bersihkan Sungai Dengan Lomba Mancing

Lanjutnya, tetapi setidaknya itu bisa menjadi pembelajaran awal bagi pemerintah desa untuk menjalankan mekanisme SKB empat menteri tersebut. Sehingga, proses penggunaan DD tidak hanya sebatas pengembangan infrastruktur, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan di tingkat desa. (WR/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :