Kepala Dispertanak Angkat Bicara Terkait Ketersediaan Pupuk

oleh
Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pati, Muchtar Efendi. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Kekhawatiran petani tentang ketersediaan pupuk akhirnya ditanggapi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pati, Muchtar Efendi. Ia menjelaskan, meski alokasi dari pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), namun ia berharap pupuk bersubsidi bisa tercukupi.

Melalui anggaran perubahan pertengahan tahun ini, diharapkan ketersediaan pupuk bersubsidi akan tercukupi. Oleh karenanya, petani agar segera mengurus kartu tani milik mereka.

“Kami harap para petani dapat segera mengurus kartu taninya. Karena dengan program kartu tani semacam itu baik untuk penataan distribusi pupuk bersubsidi,” terang Muchtar, saat ditemui, Rabu (28-03-2018).

TRENDING :  Kewenangan Normalisasi Sungai Juwana Ada di Pemerintah Pusat

Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan berlakunya kartu tani, distribusi pupuk kepada petani dinilai bisa lebih tepat sasaran dan mampu meminimalisir terjadinya penyimpangan.

“Sebab di kartu tani, setiap petani sudah memiliki alokasinya kebutuhannya sendiri. Jatahnya aman, tak akan digunakan orang lain,” paparnya.

Seperti diketahui, pada tahun ini pihaknya mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 129.276 ton dari kebutuhan yang diusulkan sebanyak 154.500 ton. Dari jumlah tersebut, pupuk Urea persentase pemenuhannya mencapai 98,23 persen. Yakni sebanyak 45.876 ton, dari pengajuan sebanyak 46.700 ton. Pemenuhan pupuk Urea ini menjadi yang tertinggi.

TRENDING :  Pasar Pragola Pati akan Dilengkapi Gedung Bioskop Berkelas

Sementara untuk realisasi pengajuan paling sedikit adalah pupuk jenis SP 36 yang hanya mampu terealisasi sebanyak 42,92 persen, atau 5.800 ton dari kebutuhan 13.511 ton. Sedangkan pupuk NPK, di Pati hanya mendapat alokasi sebesar 26.600 ton, padahal kebutuhan yang diajukan sebesar 54.835 ton, atau hanya terealisasi sebesar 48,5 persen saja.

Untuk pupuk ZA, Pati hanya mendapat alokasi 17.500 ton, dari kebutuhan sebesar 23.054 ton. Sementara itu realisasi kebutuhan untuk pupuk organik terbilang cukup baik. Kebutuhan yang mencapai 16.400 ton, di Pati mendapat alokasi sebesar 13.500 ton.

TRENDING :  Pick Up Daihatsu Ringsek Parah Selepas Dihantam Truk

“Kedepan kami tetap berupaya untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani. Sebab pupuk adalah soal hidup mati dan juga nutrisi tanaman. Maka ini sangat penting.” pungkasnya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :