Kerbau di Kudus Mengamuk Saat Dinaikkan Truk, Terpaksa Ditembak Polisi

oleh
Kerbau di Kudus Mengamuk Saat Dinaikkan Truk, Terpaksa Ditembak Polisi
Foto: Anggota Polsek Jati terpaksa menembak kerbau yang mengamuk. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Anggota kepolisian terpaksa melumpuhkan seekor kerbau dengan delapan kali tembakan. Pasalnya kerbau tersebut mengamuk saat hendak dinaikkan ke atas truk seusai transaksi jual beli di Pasar Ternak Kudus, Sabtu (09/06/2018).

Menurut Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo, pihaknya mendapat laporan adanya kerbau yang mengamuk di Pasar Ternak Kudus yang ada di Gulang, Kecamatan Mejobo pukul 11.30 WIB. Kerbau yang mengamuk berlari menyusuri Jalan Lingkar Tenggara menuju arah barat.

TRENDING :  KEBAKARAN HEBAT SUGUHAN DI HARI LEBARAN

“Kami mendapatkan laporan kerbau yang mengamuk menuju arah Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Anggota piket SPKT dan Reskrim langsung kita diterjunkan mengambil tindakan, karena dikhawatirkan jika dibiarkan dapat membahayakan warga dan pengendara yang melintas,” katanya saat dihubugni ISKNEWS.COM melalui sambungan ponsel.

Kerbau yang mengamuk, lanjutnya, berlari menuju Jalan Kudus-Purwodadi. Sekitr satu jam pengejara, kerbau akhirnya masukl lahan kosong di utara SPBU Tanjungkarang. Akhirnya diputuskan untuk menembak kerbau agar tidak lagi mengamuk.

TRENDING :  Ponpes Yanbu'ul Qur'an Menawan dan PPYUR Banat Juara Umum Persada VII 2017

“Delapan tembakan dilepaskan. Empat di antaranya menganai bagian kepala dan empat lainnya mengenai bagian tubuh samping kanan,” paparnya.

Setelah berhasil dilumpuhkan, kerbau yang saat itu masih belum mati langsung disembelih oleh pembelinya. Dijelaskan Bambang, kerbau tersebut merupakan milik Kaswadi, warga Getassrabi, Kecamatan Gebog yang dijual di Pasar Ternak Kudus.

Di Pasar Ternak Kudus kerbau diminati oleh pembeli dari Pati bernama Jumar. Transaksi itu menghasilkan kesepakatan kerbau dibeli dengan harga Rp 20.600.000. Pembayaran sudah dilakukan, namun nahas ketika akan dinaikkan ke atas truk justru kerbau mengamuk dan lepas.

Karena kerbau terlanjur lepas dan ditembak, kedua pihak memutuskan untuk membuat surat pernyataan di atas materai yang berbunyi pihak pembeli menerimakan tas peristiwa ini. “Pembeli sudah rela dan bersedia menanggung segala kerugian,” tukas Bambang. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :