Kerugian Rp 2,2 M 1.134 Hektare Lahan Sawah Di Kudus Tergenang Banjir

Kerugian Rp 2,2 M 1.134 Hektare Lahan Sawah Di Kudus Tergenang Banjir

Kudus, isknews.com – Sebanyak 1.134 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kudus, tergenang banjir. Akibat dari adanya bencana alam itu, petani menderita kerugian sangat besar, ditaksir mencapai Rp 2 miliar lebih, atau tepatnya sebesar Rp 2.122.500.000. Lahan sawah yang tergenang dengan ketinggian air 40-80 centimeter itu, tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Undaan, Kaliwungu, Jekulo dan Kecamatan Mejobo. Untuk tanaman padi yang puso, tercatat sebanyak 122 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpan) Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Harsito, yang dihubungi isknews.com, Selasa (21/2), mengatakan hal itu. Menurut dia, kerugian sebesar itu sebagai akibat tanaman padi yang menjelang panen, yakni umur 65-75 hari, terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 40-80 centimeter. Di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, ketinggian air bahkan mencapai 100 centimeter. “Lahan pertanian yang paling banyak tergenang, memang di Kecamatan Undaan, dari 14 desa, hanya satu desa yang lahan sawahnya tidak tergenang, yakni Desa Terangmas. Luas areal keseluruhan total 377 hektar.”

Dari lima kecamatan di atas, ungkapnya lanjut, kerugian terbesar dialami petani di Kecematan Jati. Di kecamatan ini, sebanyak 7 desa lahan sawahnya dengan tanaman padi umur 70-75 hari, yakni Jetis Kapuan, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Tanjungkarang, Jati Wetan, Loram Kulon dan Loram Wetan, tergenang banjir, sebanyak 192 hektare dengan ketinggian air rata-rata 15-80 centimeter.” Kerugian dialami petani di tiga desa yang disebutkan di awal, taksiran masing-masing sebesar Rp 90 juta, 52 juta dan Rp 990 juta, sehingga total Rp 1.132.500.000.”

Menyusul di bawahnya adalah Kecamatan Kaliwungu, lokasi lahan sawah dengan tanaman padi berumur 70-75 hari, mencapai luas 61 hektare dengan ketinggian air rata-rata 10-39 centimeter, terpusat di tiga desa, yakni Desa Setrokalangan, Banget dan Garung Kidul. Kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp 990.000.000, atau hampir Rp 1 miliar.

Dua desa lainnya, Kecamatan Mejobo dan Jekulo, luas lahan yang tergenang banjir total sebanyak 504 hektare. Di Kecamatan Jekulo, terdapat dua desa yang lahan sawah yang tergenang banjir, yakni Desa Bulungcangkring dan Bulung Kulon. “Sedangkan di Kecamatan Mejobo, tersebar di enam desa, yakni Desa Payaman, Kirig, Kesambi, Gulang, Jojo dan Temulus,” jelas Kabid Tanaman Pangan Diperpan Kabupaten Kudus itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Kementrian Pertanian RI Hadiri Gebyar Upaya Khusus Sapi Bunting

Share This Post

Post Comment

*