Kerupuk Arum Manis, Makanan Tradisional yang Coba Bangkit Lagi

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Kerupuk arum manis yang dijual oleh Nur Siti Maria Ulfa, Rabu (21-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tidak dipungkiri, jika perkembangan pola makan perlahan menggerus keberadaan sejumlah makanan tradisional. Meskipun demikian, nyatanya sampai saat ini beberapa makanan tradisional masih tetap eksis di tengah masyarakat.

Sejumlah penjual makanan tradisional mulai berkreasi dengan mengkombinasikan makanan tersebut agar nampak menarik dan terkesan modern. Tujuannya tak lain, agar makanan tradisional tetap eksis dan digemari masyarakat.

Hal senada dilakukan oleh penjual arum manis yang kini mengembangkan produknya menjadi kerupuk arum manis. Tak dipungkiri, penambahan kerupuk ini menjadikan tampilan arum manis terlihat lebih menarik dan mampu mendongkrak penjualan makanan ini.

TRENDING :  Pura Group Raih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri 2018
ISKNEWS.COM
Foto: Kerupuk arum manis yang dijual oleh Nur Siti Maria Ulfa, Rabu (21-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Diakui penjual kerupuk arum manis, Nur Siti Maria Ulfa (31), jika kerupuk tersebut merupakan makanan kuno yang kini mulai sulit ditemukan. Adanya trobosan tersebut, bertujuan untuk mengangkat kembali krupuk sebagai makanan tradisional yang tetap eksis di era modern.

Ulfa, sapaan karibnya, mengakui jika untuk memulai berjualan kerupuk arum manis ini tidak mudah. Apalagi jika penjualan tersebut bersifat konsinyasi, dimana penjual menitipkan barang ke penyalur (pemilik toko -red) untuk dijual di tokonya.

TRENDING :  Tujuh Pospam Disiagakan Dalam Operasi Ketupat Candi 2018

“Butuh kerja keras untuk menyakinkan pemilik toko bahwa makanan tradisional ini masih diminati pembeli. Karena sebagian orang beranggapan jika makanan ini sudah tidak dilirik oleh masyarakat,” kata Ulfa.

ISKNEWS.COM
Foto: Kerupuk arum manis yang dijual oleh Nur Siti Maria Ulfa, Rabu (21-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Walaupun sering ditolak oleh sejumlah pemilik toko, Ulfa tidak menyerah begitu saja. Ia coba cara lain untuk memasarkan produknya, yakni dengan memasarkannya secara online.

TRENDING :  PDM Kudus, selenggarakan Shalat Ied Di Lapangan Stadion Wergu Wetan Kudus

Ternyata hal tersebut disambut positif oleh para pengguna sosial media. Dari sosial media produknya mulai dikenal oleh masyarakat luas.

“Dari awal saya memilih berjualan ini, karena saya yakin jika makanan ini memiliki kualitas yang baik. Sehingga saya percaya masyarakat pasti akan menyukai makanan ini. Di sisi lain, dengan saya berjualan makanan ini setidaknya saya dapat berkontribusi dalam melestarikan makanan tradisional.” kata Ulya. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :