Kesbangpol Ajak Cegah Terjadinya Konflik Pilkada

by

Kudus, isknews.com – Pendukung calon bupati yang tidak siap menerima kekalahan calon yang dijagokan, berpotensi akan menimbulkan terjadinya konflik dalam penyeleggaraan Pilkada. Oleh karena itu, menjadi kewajiban pemerintah daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), serta warga masyarakat, untuk secara bersama-sama mencegah terjadinya konflik dalam pilkada.

TRENDING :  Pilgub Jateng 2018, Marwan Jafar Serahkan Sepenuhnya Keputusan PKB

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kesbangpol Kabupaten Kudus, Eko Dwi Jatmiko, dalam acara “Focus Discussion Group” dengan tema “Pengawasan dan Partisipasi Pemilu”, Kamis (14/12/17), di Hotel Griptha, Kudus.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panwaslu Kabupaten Kudus itu, menghadirkan sebanyak 70 orang guru Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN) SMA/SMK/MA se Kabupaten Kudus. Nara sumber lainnya, adalah Sri Sumanta, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Divisi SDM dan Organisasi dan Ketua Panwaslu Kabupaten Kudus, Moch Wachibul Minan.

Menurut Eko, calon bupati peserta pilkada yang kalah, mungkin bisa menerima kekalahannya. Namun bagi pendukungnya, belum tentu mau menerima kegagalan dari calon bupati dalam pilkada yang diikutinya. Berawal dari rasa tidak puas terhadap hasil pilkada yang dianggap merugikan calonnya, akan dapat memicu terjadinya konflik di pilkada.

KOMENTAR SEDULUR ISK :