Kesenian Keliling Tradisional Mulai Hilang

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Perkembangan zaman, banyak kesenian keliling tradisional yang mulai hilang. Ditambah lagi dengan pelestari kesenian yang perlahan mulai berkurang. Di Pati sendiri, para pelaku seni hanya tampil pada saat ada undangan pementasan. Kalau tidak ada undangan, mutlak mereka menganggur.

Hal yang demikian itu, ternyata mendapatkan respon dari penikmat seni traditional, Noto Subianto. Dia mengaku ada banyak perubahan pola pementasan yang awalnya disajikan secara keliling, saat ini hanya menunggu adanya undangan.

TRENDING :  Nila Salin Bikin Penasaran Investor

“Saya harap memang harus ada kebijakan untuk pementasan kesenian lokal keliling. Pementasan kesenian itu bisa dilakukan per eks kawedanan. Nantinya kesenian yang dipentaskan juga saling berganti, Dengan seperti itu, kesenian lokal keberadaannya bisa dikatakan terjamin. Anak cucu kita juga akan mengenal keseniannya sendiri. Karena terus dipentaskan,” jelas Noto, Selasa (6/11/2018).

TRENDING :  Gagal Salip Truk Ibu-Ibu di Pati Ini Nyaris Terlindas, Beruntung Korban Selamat

Noto menyebut, pemerintah dinilai masih kurang dalam mengapresiasi seniman. Dia menyontohkan seperti dalam pementasan wayang kulit, dimana sering kali mengundang dalang-dalang yang sudah kadung masyhur dari daerah lain. Hal itu dinilainya kurang tepat.

”Ya di Kabupaten Pati sendiri banyak talenta-talenta yang bagus, mungkin bisa diberdayakan. Caranya pemerintah bisa sering memberikan mereka panggung dalam setiap kesempatan acara,” tegasnya.

TRENDING :  Wabup Ajak Pemuda Desa Kritis, Asal Tak Lupakan Prinsip Ini

Lebih lanjut, selain wayang kulit, kesenian tayub, kondisinya juga terbilang memprihatinkan. Sekarang ini basis panggung tayub kebanyakan hanya di daerah Pati selatan. Daerah lainnya sangat jarang.

“Kalau kesenian tradisional keliling ini mulai hilang, nanti generasi penerus kita semakin tidak tahu bahwa dulu ada kesenian keliling. Paling-paling, nanti mereka hanya mendengar cerita,” tandasnya. (WR/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :