Keseruan Anak-anak KB Syamsa Auladina Saat Kunjungan ke Museum Jenang

oleh

Kudus, isknews.com – Sebanyak 146 anak dan didampingi 20 an guru dari Kelompok Bermain (KB) Syamsa Auladina hari ini mengadakan Program Pengembangan Lingkungan (PPL) atau rekreasi edukasi ke Museum Jenang Mubarok pada Selasa, (28/11/17) pagi.

“Kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan keingintahuan dan rasa percaya diri anak, menambah wawasan dan pengalaman langsung dari objek yang dikunjungi,” Kata Kepala KB Syamsa Auladina, Sri Sofiyatun S.Pd kepada isknews.com disela-sela acara.

Begitu datang dilokasi wisata edukasi, lanjut Sofiyatun, peserta yang rata-rata berusia 5 tahun itu disambut 2 pemandu perempuan dari CV. Mubarokfood di aula lantai 2. “Mereka (anak-anak), selain di jamu makanan ringan seperti air mineral dan jenang kemasan, juga diajak bermain dengan permainan yang mendidik,” jelas Alumni SMA 1 Kudus itu.

TRENDING :  Sekda Kudus Apresiasi LPBI NU Deteksi Dini Banjir

Dikatakan Shofiya, Puncak dari tema saat pengembangan lingkungan memang berbeda1 disetiap moment nya, hal itu disesuaikan menurut situasi dan kondisi. Dalam hal ini kebutuhan sub tema makanan yakni Jenang Kudus, diantaranya anak didik dikenalkan mengenai cara membedakan manis, padat, lunak, keras dan lainnya.

Setelahnya dari aula, anak-anak diajak ke pembuatan produksi jenang, disana mereka1 diperlihatkan dari proses pembuatan jenang hingga ke area packing. “Setelah itu dilanjutkan ke museum Jenang Kudus, yang lokasinya tidak jauh dari tempat produksinya, yakni di pinggir Jl. Sunan Muria, tepatnya dibagian lantai 2 diatas showroom mubarokfood,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina KB Syamsa Auladina, Ulil Abshor, S.Pd (36 tahun) mengaku sangat apresiasi dengan kegiatan semacam ini. “Meski baru pertama kali kesini, rencananya setiap tahun bisa mengunjungi lagi sebagai agenda rutin,” harapnya.

TRENDING :  Tiga Rumah di Desa Agungmulyo Habis Diamuk Kobaran Api

Selain Pengenalan Pengembangan Lingkungan (PPL) di Museum Jenang Mubarok, pada momen sebelumnya, KB Syamsa Auladina telah mengunjungi beberapa tempat untuk pengenalan lingkungan, diantaranya ke produksi Kecap, pemerahan sapi, es krim dan lain sebagainya.

Kami disini berusaha mengoptimalkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual anak sejak dini melalui program pengasuhan dan pendidikan yang sesuai dengan kerangka ajaran islam, “Kami juga mengadakan Khotmul Qur’an bersama santri Yanbu’ul Qur’an pada setiap hari Ahad Kliwon,” terang Alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus Tahun 2001 itu.

Mengenai bagaimana merintisnya, Ia menjelaskan, KB Syamsa Auladina berdiri sejak tahun 2010, pada waktu itu muridnya masih 20 an anak. Seiring dinamika dan perkembangannya, kelompok bermain ini bertambah terus siswanya hingga sekarang.

TRENDING :  Tanpa Umar Ali, Tiga Bacabup Kudus "Pamer" Visi Misi

Sesuai misi KB Syamsa Auladina, Kami mengoptimalkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual anak sejak dini melalui program pengasuhan dan pendidikan yang sesuai dengan kerangka ajaran islam. “Misinya sendiri melaksanakan program, pengarahan dan pendidikan yang berbasis perkembangan anak, Mengembangkan kreatifitas intelektual, keilmuan dan keterampilan anak, Melatih ketahanan mental spiritual anak sejak dini dan mengarahkan anak beradaptasi dan merespon problematika yang di hadapi sesuai dengan kepribadian Islam,” bebernya.

Menyinggung soal pembelajaran di KB Syamsa Auladina Kudus, Kami berusaha membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik fisik maupun psikis yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, bahasa, kognitif, fisik/motorik, sosial emosional dan seni untuk memasuki pendidikan selanjutnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :