Kesulitan Bayar Biaya Rumah Sakit, Bayi Kenzo Butuh Uluran Tangan Dermawan

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Seorang bayi bernama Kenzo Nanda Pratama, lahir 12 Juni 2017 dari pasangan Muhammad Abdul Aziz (28) dan Dian Mayangsari (26), warga Desa Jepang Pakis RT 1 RW 5, Kecamatan Jati, saat ini sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR) Kudus.

Kenzo sudah dirawat di RSMR sejak 4 Desember 2017 lalu, hingga kini, Selasa (19/12/2017), masih belum diizinkan pulang oleh dokter karena kondisinya belum sepenuhnya membaik. Total sudah 16 hari Kenzo dirawat.

Hanya saja masalah muncul setelah dua minggu lebih masa perawatan, yakni dari pihak orang tua kekurangan dana untuk membayar tagihan yang saat ini mencapai Rp 28.735.414 per 18 Desember 2017.

”Iya kami bingung biayanya membengkak mencapai segitu banyaknya,” kata Aziz saat ditemui ISKNEWS.COM di Ruang Karmel RSMR Kudus, Selasa (19/12/2017).

ISKNEWS.COM

Dijelaskan Aziz, pihaknya sudah membayar uang muka sebesar Rp 7 juta dari bantuan para saudara. Namun dirinya mengaku kebingungan untuk melunasi keseluruhan biaya yang setiap harinya bertambah.

Dia mengaku sempat memiliki keinginan mencabut paksa karena kekurangan dana. Akan tetapi hal itu diurungkan atas dukungan dan saran dari saudara dan dokter di RSMR. ”Gimana lagi, saya yang hanya kerja sendiri ini bingung harus bayar pakai apa,” keluhnya.

TRENDING :  Antisipasi Kebakaran, Peran ERT Dimaksimalkan

Dia berharap ada pihak yang mau memberikan bantuan agar bisa membayar kekurangan biaya perawatan. Saat dikonfirmasi kepesertaan BPJS dia menjelaskan, sebenarnya Aziz beserta istri menjadi peserta BPJS kelas III. Tapi anaknya belum menjadi peserta.

Pasangan yang baru menikah pada 2016 itu mengaku bingung awalnya ketika awal anaknya sakit. Dia membawa Kenzo ke RSMR dengan berharap mendapat keringanan. ”Saya sudah minta surat keringanan kepada pihak desa, harapannya bisa meringankan. Tapi tidak menyangka kalau biayanya sampai sebanyak ini,” ujarnya.

Kabar Kenzo yang mencuat di media sosial sejak Senin (18/12/2017) akhirnya sampai ke telinga Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Diwakili Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Mustianik bersama Kepala Puskesmas Ngembal Kulon dr Mustiko Wibowo mendatangi Kenzo di RSMR, Selasa (19/12/2017).

Mustianik menanyakan kepada Aziz kenapa tidak memanfaatkan Bupati Kudus di RSUD Loekmono Hadi, yang hanya cukup membawa KTP dan KK sudah sama dengan mendapat perawatan BPJS kelas III. Hanya saja sang ayah tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

TRENDING :  Baznas Pati Beri Bantuan Kepada Ratusan Warga Miskin

Mustianik mengharapkan apabila suatu hari nanti ada kasus serupa agar dibawa ke RSUD Loekmono Hadi, karena saat ini yang meneken kerja sama ditanggung DKK hanya di RSUD.

Dari perbincangan dengan suasana hangat dengan didampingi pihak RSMR diketahui juga bahwa Kenzo sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Mandiri pada 11 Desember 2017. Namun baru bisa diaktifkan atau mulai bisa ditanggung BPJS mulai 25 Desember.

”Jadi sebelum aktif biaya perawatan menjadi tanggungjawab sendiri,” kata Mustianik.

Lebih lanjut Mustianik mengungkapkan, apabila memang BPJS mandiri dirasa membebani, pihaknya bersedia membantu migrasi ke kelas III agar biaya ditanggung pemerintah.

Sementara itu Kepala Ruang Karmel Emiliana Ciptaning Rahayu menjelaskan, berdasarkan resume pasien bayi Kenzo datang masuk RSMR pada 4 Desember 2017. Saat datang kondisinya cukup buruk panas tinggi hingga 40 derajat celcius.

”Pasien datang 4 Desember 2017 pukul 03.02 WIB dengan keluhan demam naik turun sudah lima hari dan BAB cair empat hari. Karena kondisi terus menurun dan, kejang, dan sesak nafas karena panasnya tinggi, pada pukul 23.50 masuk ICU,” jelasnya.

TRENDING :  320 Tangki Disiapkan Antisipasi Krisis Air Bersih di Kudus

Emil melanjutkan, Kenzo berada di ICU selama 10 hari hingga 13 Desember 2017. Kemudian kembali ke ruang perawatan di ruang Karmel dengan kondisi masih memakai selang bantu pernafasan. Namun kini selang tersebut sudah dilepas.

Pada Jumat 15 Desember 2017 dokter yang menangani yaitu dr Kasno visitor dan mengatakan jika Senin, 18 Desember 2017 membaik kemungkinan lusanya boleh pulang. Hanya saja karena kondisinya belum membaik hingga Senin, 18 Desember 2017, maka dokter belum mengizinkan pulang.

”Kondisinya masih belum diizinkan pulang karena butuh perawatan. Tapi saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dibandingkan pertama kali masuk. Sekarang Kenzo sudah bisa mimik dot, sebelumnya tidak bisa,” tandasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut diagnosa dokter sementara pasien ada permasalahan pada paru-paru dan menderita radang selaput otak. Setiap hari Kenzo harus menjalani perawatan intensif termasuk fisioterapi. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :