Ketersediaan Pupuk bersubsidi Di Kudus Aman

oleh
Gambar ilustrasi petani saat musim tanam di sawah (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, memastikan pupuk bersubsidi saat petani mulai mengawali musim tanam pertama tersedia dalam jumlah yang aman,  Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus HM Tamzil saat menaggapi keluhan sejumlah petani di wilayah Kecamatan Undaan Kudus yang sempat mengaku kesulitan mendapatkan pupuk urea dan super phospat 36 (SP36) bersubsidi pada awal musim tanam pertama (MTI) tahun 2018/2019.

Sementara keberadaan  pupuk tersebut sudah harus ditebar di lahan pertanian beberapa desa sejak pembenihan hingga awal tanam dan dikhawatirkan akan mengganggu proses perkembangbiakan tanaman dan kekokohan akar.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kudus. HM Tamzil menegaskan, jangan sampai wilayah Kabupaten Kudus terjadi kelangkaan pupuk, selama kepemimpinannya.

Pihaknya sudah minta dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan untuk terus berkoordinasi terkait pasokan pupuk. “Dalam satu dua hari ke depan semuanya sudah bisa mendapatkan pupuk. Persediaan masih ada,” ujarnya.

TRENDING :  Metode Gropyokan Dan Rubuha Efektif Basmi Hama Tikus

Tamzil menegaskan ingin menjadikan pertanian Kudus lebih baik ke depan. Dirinya, bahkan ingin mengajukan petani-petani Kudus ke lomba ke tingkat provinsi dan berprestasi seperti yang dulu pernah diraih Kudus.

Bupati Kudus HM Tamzil meminta seluruh distributor pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Kudus untuk bisa menjamin ketersediaan pupuk memasuki Musim Tanam I. Bahkan, Tamzil tak segan meminta agar distributor nakal untuk diblacklist (daftar hitam) jika terbukti mempermainkan pasokan pupuk.

“Kalau ada distributor nakal langsung blacklist saja. Supaya distributor pupuk tidak memainkan ketersediaan pupuk di Kudus,” kata Tamzil, di depan petani Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Undaan, baru-baru ini.

TRENDING :  Posluhdes Untuk Memutus Ketergantungan

Mengenai persiapan mengatasi banjir saat musim hujan di wilayah Kudus, Tamzil juga menyiapkan beberapa program. Salah satunya mengenai tata ruang wilayah yang selama ini belum memuat solusi masalah air. “Yakni mengenai tata guna, nanti kita atur mengenai jaringan sungai sehingga semuanya akan tertata,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto menghubunginya jika ada masalah mengenai pupuk. “Saya akan sediakan, termasuk pupuk subsidi,” ujarnya.

Semuanya masih ada sesuai dengan kuota Kudus yang butuh 11 ribu ton pupuk. Dirinya bersyukur kelompok tani Undaan masih semangat terutama GP3A Bangkit Jaya Undaan.

Sementara itu, Ketua GP3A Undaan, Akrab, S.T menyatakan bahwa GP3A sudah bekerjasama dengan UPT dan lurah juga para ahli sehingga wilayah Undaan hampir terairi 100 persen. “Untuk tanam di Undaan sudah mencapai 65-70 persen. Kemudian untuk pmbibitan sebesar 20 persen, dan untuk 10 persennya mengenai pengolahan tanah,” ujarnya.

TRENDING :  LMDH Tolak Pola Kerjasama KPH Perhutani Pati Dengan PG Rendeng

Dirinya juga menyampaikan kemarin bersama kepala desa dan warga Undaan trmasuk GP3A ikut berbondong-bondong membersihkan eceng gondok di sungai Juwana. Akrab mengharapkan nantinya adanya ketersediaan perahu untuk memperingan pekerjaan untuk membersihkan eceng gondok di wilayah setempat.

Akrab juga menghimbau kepada kelompok tani dan warga agar menginventarisir tanggul untuk mencegah banjir di musim hujan. “Ketika ada tanggul yang rusak segera diinventarisir dan segera diberitahukan ke UPT. Jangan smpai lengah dan terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya.  (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :