tilik-desa-jekulo-3

Ketika Bupati Kudus Lapor pada Rakyat Jekulo

KUDUS-Bupati lapor rakyat. Itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan acara tilik desa yang sudah menjadi tradisi dari Bupati Kudus H. Musthofa. Sebagaimana yang berlangsung di eks-Kawedanan Tenggeles, Jekulo, Selasa (27/9) malam, warga kecamatan Jekulo mendapatan kesempatan untuk bertemu Bupatinya.

Berbagai program, kegiatan, serta besaran anggaran dipaparkan secara gamblang. Transparansi semacam ini menurut Pak Bupati menjadi media komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan rakyatnya. Tidak lagi zamannya rakyat yang melaporkan ke pemimpinnya, tapi kini sebaliknya.

”Tujuan acara ini, agar Bapak/Ibu semuanya tahu segala sesuatu tentang pembangunan di daerahnya termasuk besaran anggarannya. Agar semuanya juga ikut mengawasi,” kata Bupati.

Baca Juga :  Musda 4 PKS : Tujuh Kader Berpeluang Menjadi Ketua DPD.

Sebagaimana pada beberapa kesempatan sebelumnya, Bupati selalu mengatakan bahwa di era keterbukaan ini, pemimpin bagaikan hidup di dalam akuarium. Semua bisa terlihat dengan jelas. Dan keterbukaan itulah modal penting dalam membangun daerah dan desa.

Dikatakannya, ada lima indikator keberhasilan sebuah desa/daerah. Yaitu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan. Berikutnya adanya desa produktif, serta tidak lagi ada warga yang putus sekolah.

Baca Juga :  Kalahkan Surya Muda, Sukun Kantongi Tiket ke Final Sukun Cup 2016

”Indikator berikutnya terjaminnya kesehatan yang murah dan terjangkau serta terakhir infrastruktur yang memadai,” jelasnya.

Untuk memenuhi lima indikator ini, pemkab telah menganggarkan puluhan bahkan ratusan miliar rupiah untuk setiap kecamatan. Upaya ini mestinya juga mendapat dukungan positif dari masyarakat. Karena ini merupakan akumulasi pajak dan berbagai sumber lain dari masyarakat.

”Saya minta sarpras yang kami tata dengan baik ini (jalan, jembatan, atau yang lain) untuk turut dijaga, jangan dikotori, bahkan dirusak. Karena itu sumbernya dari uang Bapak/Ibu semua,” pesannya.

Baca Juga :  Koperasi sebagai Penyangga Ekonomi Nasional Harus dalam Kondisi Sehat

Termasuk berbagai layanan publik terus ditingkatkan. Masyarakat tidak lagi menemui kesulitan dalam layanan. Salah satunya bupati meminta ada satu unit ambulance yang disiagakan di kantor kecamatan untuk pelayanan masyarakat.(rg/adv.)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?