Ketika Bupati Kudus Lapor pada Rakyat Jekulo

by

KUDUS-Bupati lapor rakyat. Itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan acara tilik desa yang sudah menjadi tradisi dari Bupati Kudus H. Musthofa. Sebagaimana yang berlangsung di eks-Kawedanan Tenggeles, Jekulo, Selasa (27/9) malam, warga kecamatan Jekulo mendapatan kesempatan untuk bertemu Bupatinya.

Berbagai program, kegiatan, serta besaran anggaran dipaparkan secara gamblang. Transparansi semacam ini menurut Pak Bupati menjadi media komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan rakyatnya. Tidak lagi zamannya rakyat yang melaporkan ke pemimpinnya, tapi kini sebaliknya.

”Tujuan acara ini, agar Bapak/Ibu semuanya tahu segala sesuatu tentang pembangunan di daerahnya termasuk besaran anggarannya. Agar semuanya juga ikut mengawasi,” kata Bupati.

Sebagaimana pada beberapa kesempatan sebelumnya, Bupati selalu mengatakan bahwa di era keterbukaan ini, pemimpin bagaikan hidup di dalam akuarium. Semua bisa terlihat dengan jelas. Dan keterbukaan itulah modal penting dalam membangun daerah dan desa.

Dikatakannya, ada lima indikator keberhasilan sebuah desa/daerah. Yaitu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan. Berikutnya adanya desa produktif, serta tidak lagi ada warga yang putus sekolah.

KOMENTAR SEDULUR ISK :