Ketua PPHRI Kudus Akui Ada Pengusaha Hotel Yang “Nakal”

KUDUS, isknews.com – Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) Kabupaten Kudus, Aries Junaidi, mengakui ada diantara pengusaha hotel di Kudus yang “nakal”, yakni ditengarai menerima tamu laki dan perempuan yang bukan pasangan suami-istri dan membiarkan melakukan perbuatan asusila di hotel miliknya itu.

Dihubungi di kediamannya, Jumat (22/7), dia mengatakan, hotel adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa bagi masyarakat umum, yakni menyediakan tempat menginap bagi yang membutuhkan. Oleh karena itu, setiap tamu yang datang untuk tujuan menginap, harus dilayani, karena dari merekalah pengusaha hotel mendapatkan keuntungan.

Termasuk jika ada tamu laki dan perempuan yang bukan pasangan suami-istri yang datang untuk menginap, pemilik hotel pun tidak bisa menolaknya, karena mau membayar ongkos sewa kamar. Kalau kemudian kedua pasangan lawan jenis kelamin itu melakukan tindakan asusila atau mesum, pemilik hotel menganggap itu adalah urusan pribadi mereka. “Saya sudah mengimbau kepada pemilik hotel, adanya tamu yang berbuat asusila seperti itu, memang sulit dicegah, tetapi jangan terlalu vulgar.”

Pembinaan terhadap para pengusaha hotel di Kudus, menurut pengusaha RM Bambu Wulung itu, sudah serung kali dilakukan, pada pertemuan rutin yang diadakan dua bulan sekali. Namun yang hadir dalam pertemuan itu kebanyakan adalah pegawai atau karyawan, bukan pimpinan hotel atau pihak pengambil keputusan. “Rapat atau pertemuan jalan terus, akan tetapi apa hasil rapat itu akan disampaikan pimpinannya atau tidak? Artinya pertemuan itu kan percuma dan hanya buang-buang waktu saja.”

Baca Juga :  "ISK TV - KEMERIAHAN HUT KE 513 KABUPATEN DEMAK " AYO LIHAT DEMAK""

Di Kudus, sekarang ini ada sebanyak 22 hotel yang aktif beroperasi, terdiri atas enam hotel berbintang dan 16 penginapan kelas Melati. Hotel berbintang itu diantaranya adalah, Hotel Notosari Permai, Kenari Asri dan Griptha. Penginanapan kelas Melati, diantaranya adalah, Hotel Air Mancur, Primagraha, Duta Wisata, Jati Asri dan Pesanggarahan Colo. (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?