KH.Aniq Muhammadun Hadiri Pengajian Dalail Khairat Jekulo, Ini Pesan Beliau

KH.Aniq Muhammadun Hadiri Pengajian Dalail Khairat Jekulo, Ini Pesan Beliau

Kudus, isknews.com – Pengajian Dalail Khairat dalam rangka Khaul Syekh Abu Abdillah bin Sulaiman Al Jazuli dan Doa Bersama telah diselenggarakan pengurus Ponpes Darul Falah dengan pembicara KH.Aniq Muhammadun dari Pati, Jawa Tengah.

Lebih dari 2000 jamaah mengikuti kegiatan yang digelar di halaman Ponpes Darul Falah Desa Jekulo Kauman Rt 01 Rw 10 Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Selasa, (5/12/2017) pukul 13.00 s.d 16.10 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, H.Sudharsono (Mantan Bupati Kudus), H.Sukirman (Anggota DPRD Jawa Tengah), KH Ngabdurrahman ( Ketua Dewan Suro NU), Munthoha M.Sc (Mewakili Bupati Kudus), Kapten Inf Bambang (Danramil 04/Jekulo), AKP Subakri SH (Kapolsek Jekulo), tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Jekulo dan para Jama’ah.

TRENDING :  Ali Mahir: KB bukan Hanya Untuk Wanita, Tapi Juga Pria

KH.Aniq Muhammadun, dalam Mauidhoh khasanah nya, menekankan bahwa Upacara peringatan maulid Nabi bukan sekedar budaya tapi salah satunya melaksanakan sunah Nabi.

Seperti halnya Kanjeng Nabi kalau setiap hari Senin puasa dikarenakan hari Senin itu Nabi dilahirkan sekaligus hari diturunkan wahyu dari Allah SWT. “Maka umat islam setiap hari senin dilaksanakan peringatan maulid itu kita menjaga dan menghormati sunah rosul,”ungkap sesepuh yang juga pengasuh ponpes manba’ul ulum Pakis Tayu itu.

TRENDING :  Jelang Hari Bhayangkara Esok, Hari Ini Jajaran Polres Kudus Ziarah Makam Pahlawan

Kegiatan tambahan atau variasi itu bukan sunah rosul, akan tetapi kegiatan dilaksanakan dalam acara yang bersifat agamis. Seperti halnya dalam peringatan kegiatan maulid agar generasi muda tidak terbawa globalisasi. “Sholawat nabi dengan tongtek walaupun niatnya sunah rosul tapi dilakukan dengan berjoget itu jangan dilakukan tapi lakukan maulid yang bersifat agamis,” imbuh Rois Syuriah PCNU Pati itu.

Hari Senin 12 Maulud itu hari dimana wafatnya nabi, Hari jaya seseorang itu juga hari apesnya orang itu tidak ada kitab juga hadisnya tapi itu ilmu titen (Pengingat) menurut orang jawa. “Nabi itu mulai lahir sampai wafatnya itu sudah ada tanda tanda akan menjadi Rosul,” jelasnya.

TRENDING :  Grebek Besar di Demak

Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa Kanjeng Nabi itu dikritiki pernah salah itu sudah keluar dari akidah walaupun rosul itu manusia tapi tidak boleh dikritik ada kesalahannya. “Kita perlu melaksanakan amal secara maksimal jangan mengharap yang lain selain mendapat ridho Allah SWT,” pungkasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post