KH.Anwar Zahid Ajak “Tabayyun” Sikapi Berita Menjurus Fitnah dan Kabar Belum Jelas

by

Kudus, isknews.com – Belakangan ini sering kita jumpai gampangnya orang atau suatu kelompok berprasangka negatif terhadap kelompok lain, atau menuduh sesat golongan lain yang disertai hujatan, penghakiman secara sepihak, dan sebagainya.

Kiai Kondang Anwar Zahid asal Bojonegoro mengatakan, “Berprasangka tanpa meneliti duduk perkaranya, adalah apriori atau masa bodoh, maka solusinya, tabayyun sangat dibutuhkan di zaman yang penuh fitnah ini.” jelas Alumnus Pondok pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur itu saat ditemui eksklusif isknews.com di Hotel @Hom Kudus Selasa, (4/7/2017) malam.

TRENDING :  Kapolda Jateng Ajak Santri Daftar Polisi

Dalam lawatannya di Kudus baru-baru ini, kiai yang terkenal dengan “Qulhu Ae Lek” itu juga prihatin dengan adu domba yang memanfaatkan isu perbedaan ideologi, beda agama, atau beda panutan. “Apalagi sesama Islam mudah sekali diadu domba maka agama yang lain akan tepuk tangan menertawakan kita,” katanya sesaat sebelum berangkat menghadiri pengajian di desa Tenggeles Mejobo dan di daerah Jekulo Kudus.

TRENDING :  Diterjang Ombak, Tongkang Kandas di Pantai Pungkruk

Pengasuh pondok pesantren Assyafi’iyah, kabupaten Bojonegoro Jawa timur itu menjelaskan tentang pentingnya tabayyun. “Segala sesuatu itu harus tabayyun dulu, makanya jika kita mau tabayyun, dengan meruju’ Al-qur’an, Hadist, Ijma’, Qiyas. Insya Allah, selagi ulama’ atau kyai sepuh para pejuang agama dan pejuang li i’lai kalimatillah, terutama ahlussunnah wal jama’ah tetap dan masih istiqomah dalam membimbing umat, maka bagi ulama’ dan kyai, isu yang menjurus fitnah tersebut sebagai tantangan dalam berdakwah, jangankan para kiyai sekarang, pada zaman Rosulullah saja sudah ada fitnah, ada hadistul ifqi, hadist palsu, ada macem-macem… ,” ungkapnya serius.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.